Kampung Mati di Ponorogo Diwakafkan, Diharap Bisa Jadi Bumi Perkemahan

Kampung Mati di Ponorogo Diwakafkan, Diharap Bisa Jadi Bumi Perkemahan

Charolin Pebrianti - detikJatim
Sabtu, 01 Okt 2022 13:19 WIB
Kampung mati yang ditinggal penghuninya di Ponorogo
Salah satu rumah di kampung mati Ponorogo (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Kampung mati yang ditinggal penghuninya di Dusun Sumbulan, Desa Plalangan, Jenangan, Ponorogo telah diwakafkan. Kampung ini ditinggalkan warga karena aksesnya cukup sulit dan jauh dari jalan utama.

Usai diwakafkan, mantan warga Dusun Sumbulan, Sumarno menerangkan sebenarnya kawasan ini bisa dibangkitkan lagi sebagai tempat bumi perkemahan. Namun, dia menyerahkan semua keputusan ke Pemdes Plalangan.

"Sumbulan itu dari keluarga saya, Mbah Salamun yang diwakafkan ke NU, seluas 1.000 meter persegi, terserah nanti dibangun seperti apa," imbuh Sumarno, Sabtu (1/10/2022).

Menurut Sumarno, sosok yang membabat alas kawasan Sumbulan sebelum tahun 1850-an adalah kakek buyutnya, Ali Usman. Kemudian, diteruskan oleh anak menantunya, Ali Murtadho. Setelah itu terus dilanjutkan anaknya, Nur. Kemudian turun ke Salamun dan terakhir ke Sumarno.

Dulu, ada pondok untuk mengajar Islam oleh Mbah Ali Usman. Bahkan salah satu santri asal Sunda juga ada yang dimakamkan di lokasi tersebut. "Memang di sana sempat jadi tempat mengaji, pondok. Ada santri asal Sunda juga dimakamkan di belakang masjid," papar Sumarno.

Sumarno menceritakan, awal membabat alas kawasan ini, Ali Usman ingin mengubah Sumbulan sebagai kawasan pemukiman. Namun sayang, karena sulitnya akses jalan kini Sumbulan ditinggal penghuninya.

"Banyak warga yang akhirnya memilih meninggalkan Sumbulan, pindah ke lokasi yang ramai," tambah Sumarno.

Kendati demikian, Sumarno masih sering mampir ke sini. Ia hanya mengunjungi rumahnya hingga bernostagia kenangan masa kecilnya di sini.

"Saya ingin merawat dan menjaga kawasan Sumbulan semampu saya, ayah saya, Mbah Salamun juga sering ke sana. Meski tidak tinggal di sana lagi," tutur Sumarno.

Sumarno menerangkan, sebenarnya fasilitas di Sumbulan termasuk lengkap, seperti air dan listrik. Namun sayang, akses jalan menuju sana masih susah. Sebab, satu-satunya jalan ke lokasi Sumbulan masih makadam atau bebatuan khas jalan sawah.

"Banyak warga Sumbulan, setelah selesai sekolah, punya kerjaan memilih meninggalkan Sumbulan karena akses jalan tadi. Kemana-mana jauh, sebab dikelilingi sawah dan sungai," terang Sumarno.



Simak Video "Menilik Kawasan Sumbulan, Kampung Mati di Ponorogo"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)