Penjelasan Dokter Hewan Saat Populasi Kucing Meningkat Tak Terkendali

Sorot

Penjelasan Dokter Hewan Saat Populasi Kucing Meningkat Tak Terkendali

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 18:42 WIB
Kucing diwilayah Perumahan Patraland Place, Kota Malang
Kucing di Patraland Place Kota Malang. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Surabaya -

Ada 4 kucing di perumahan Kota Malang mati bersamaan, yang sempat diduga diracuni jadi perhatian warganet. Kematian kucing diduga diracun itu dilatarbelakangi adanya pro kontra warga tentang populasi kucing domestik di perumahan itu yang cukup banyak.

Populasi kucing di perumahan juga cukup banyak. Dokter Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pun menjelaskan alasan mengapa populasi kucing jalanan atau kucing liar meningkat.

Dokter Hewan FKH Unair, Dr Boedi Setiawan MP Drh sangat menyayangkan kematian kucing massal di perumahan Kota Malang. Karena bagaimanapun kucing juga mempunyai animal right. Dimana hewan juga memiliki hak hidup, hak hidup sejahtera.

"Kalau ada kasus seperti itu maka haknya sudah direbut, dihilangkan oleh manusia yang kurang bertanggung jawab. Jadi dia berusaha untuk menghilangkan masalah, tapi caranya keliru dengan meracuni kucing. Itu tindakan yang kejam, tidak punya belas kasihan," ujarnya kepada detikJatim, Jumat (30/9/2022).

Ia mengatakan bahwa populasi kucing jalanan memang akan meningkat jika tidak bisa dikendalikan. Sebab, hewan mamalia ini cepat berkembang biak, bahkan ketika melahirkan bisa sampai 5 ekor anak kucing.

"Kucing kalau tidak dibatasi populasinya, kalau tidak dipelihara, di tempat liar, dan kalau sudah dewasa dia akan kawin. Kadang bapak dengan anak atau induknya dengan anak jantan bisa kawin juga. Kalau hewan peliharaan bisa diatur, mana yang dikawinkan, anaknya seperti apa. Kalau sudah liar ga karu-karuan, bisa berlipat-lipat banyak. Jadi harus dikendalikan populasi kucing, memang. Bisa disterilisasi," jelasnya.

Menurutnya, ada alternatif dan solusi yang lebih baik untuk mengurangi populasi kucing daripada meracuninya. Jika di Surabaya ada komunitas pencinta kucing artinya ada sekelompok orang-orang yang peduli terhadap kucing liar.

Kadang-kadang, kucing liar yang ada di jalan dan tidak ada pemilik akan diambil oleh pencinta kucing untuk dirawat, dikelompokkan, dipelihara di tempat animal shelter. Dengan demikian hak hewan atau animal rights itu akan terpenuhi.

"Hewan itu harus cukup makan dan minum, harus merasa tenang tidak ada rasa curiga karena bisa merasa tidak nyaman. Hewan itu harus sehat, bebas dari penyakit, bebas bersosialisasi, punya teman, dan bebas melakukan reproduksi atau berkembang biak," ujarnya.

Keberadaan Shelter kucing di perumahan Patraland Place Kota Malang yang sedang menjadi sorotan tentang dugaan kucing mati diracun bersamaan, ia menyarankan perumahan itu menyediakan shelter kucing. Atau bila tidak bisa bekerja sama dengan komunitas pencinta kucing.

"Di sana nanti bisa menghilangkan masalah di perumahan itu, terutama dengan adanya shelter untuk kucing," katanya.



Simak Video "Alasan Kucing Kerap Menjilat Bulunya Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)