Kecewanya Warga Gresik Gagal Sambat ke Wapres Ma'ruf Amin

Kecewanya Warga Gresik Gagal Sambat ke Wapres Ma'ruf Amin

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 17:36 WIB
Warga kecewa menunggu Wapres Maruf Amin
Warga yang kecewa karena gagal bertemu Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Gresik -

Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin melakukan agenda kerja ke PT Husein Alam Indah (HAI), Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Warga sekitar menyambut kedatangan orang nomor 2 di Indonesia tersebut dengan antusias. Bahkan, mereka rela panas-panasan menunggu di pinggir jalan.

Namun sayang, mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu tidak sampai bisa menemui warga. Wapres Ma'ruf Amin hanya sempat melambaikan tangan ke warga. Beberapa warga kecewa, salah satunya adalah Ratemu, warga Dolokan, Sidayu, Gresik.

Kepada detikJatim, wanita 60 tahun itu mengaku sudah menunggu Maruf Amin sejak pukul 12.00 WIB. Ia rela menunggu 2 jam lebih awal dari rencana kedatangan Ma'ruf lantaran ingin menyampaikan aspirasinya agar pemerintah menurunkan harga BBM.

"Karep kulo wau pengen ngomong kengken mudun aken rego BBM. Soale niki sembarang kalir mundak. Nek saget nggih kulo niki diparingi arto kayak Pak Jokowi. (Maksud saya tadi ingin ngomong biar harga BBM turun. Soalnya sekarang semua barang serbanaik. Kalau bisa ya saya ini dikasih uang seperti Pak Jokowi)," kata Ratemu, Jumat (30/9/2022).

Ratemu mengaku kecewa lantaran Ma'ruf Amin hanya melambaikan tangan saja kepada masyarakat yang berada di sekitar perusahaan sarang burung walet tersebut.

"Nggih kecewa, lha mek dada-dada mawon. Nggih mboten merakyat ngoten niku. Kudune kan marani, terus nyalami wargane, wong mriki nggih tiyang-tiyang sepuh. (Ya kecewa, lha cuma melambaikan tangan saja. Tidak merakyat kalau kayak gitu. Harusnya kan mendatangi, terus bersalaman sama warganya, orang warganya ya orang sudah tua-tua seperti saya)," tambah Ratemu.

Tak hanya itu, warga juga ingin menyampaikan keluh kesahnya. Mulai dari kenaikan harga BBM, kenaikan harga pupuk, hingga kebutuhan pokok.

"Solar naik, pupuk naik, sulit gak ada, kebutuhan pokok naik, BBM naik. Tapi uang nggak ada. Kami minta diturunkan," imbuh Ratemu menggunakan bahasa Jawa.

Senada, Khusaini (50), warga Golokan juga mengatakan hal yang sama. Ia ingin menyampaikan unek-uneknya yang selama ini kesusahan akibat semua kebutuhan naik. Selain naik, barang-barang tersebut juga sulit dicari. Salah satunya solar dan pupuk.

"Sudah nunggu lama pengen ketemu, tapi ternyata langsung pergi. Saya kira setelah acara di dalam (perusahaan), orangnya nemuin warga, saya mau mengeluh soal harga hingga susahnya mendapatkan solar dan pupuk," kata Khusaini.

Selain itu, warga lainnya, Siti Mahmuda (46) mengaku juga sengaja menunggu keluarnya Maruf Amin dari dalam perusahaan sarang burung walet. Selain ingin bersalaman, ia juga ingin menyampaikan keluhan yang sama.

"Kecewa, salaman aja nggak bisa. Tadinya mau ngomong pupuk murah kok susah didapatkan. Malah orangnya pergi, menurut saya nggak kayak pak Jokowi yang merakyat," tutur Siti.

Dari pantauan detikJatim, penjagaan kunjungan Wapres di Gresik sangat ketat. Petugas gabungan, TNI hingga Polri melakukan penjagaan di sepanjang jalan masuk perusahaan sarang walet. Bahkan, tidak semua wartawan bisa meliput kegiatan Ma'ruf Amin di dalam, meski sudah ada ID card khusus dari Korem.



Simak Video "Ma'ruf Amin: Beda Capres Tak Masalah, Lakum Capresukum Walana Capresuna"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)