Tenggat Investigasi Perploncoan Ospek Fakultas Teknik Unej Diperpanjang

Tenggat Investigasi Perploncoan Ospek Fakultas Teknik Unej Diperpanjang

Yakub Mulyono - detikJatim
Kamis, 29 Sep 2022 21:53 WIB
Kasubag Humas Unej Rokhmad Hidayanto
Kasubbag Humas Unej Rokhmad Hidayanto. (Foto: Yakub Mulyono/detikJatim)
Jember -

Investigasi tentang dugaan perploncoan dalam kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru (PPMB) di Fakultas Teknik Unej belum membuahkan kesimpulan. Tenggat waktu sepekan yang diberikan kepada Tim Investigasi diperpanjang.

"Kemarin tanggal 28 September adalah waktu batas terakhir dari Tim Investigasi untuk menelusuri persoalan di Fakultas Teknik tentang dugaan perploncoan saat kegiatan P2MB," kata Kasubbag Humas Unej Rokhmad Hidayanto dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (29/9/2022).

Ia mengatakan bahwa tim tersebut membutuhkan waktu tambahan karena kebutuhan untuk melakukan pendalaman atas berbagai informasi yang telah mereka kumpulkan.

"Tim masih melakukan pendalaman untuk dijadikan laporan ke Wakil Rektor (Warek) 1. Karena pendalaman, agar info lebih gamblang dan jelas, maka perlu dilakukan perpanjangan waktu untuk tim investigasi bekerja dalam melakukan pendalaman itu," kata Rokhmad.

Mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan tim investigasi untuk melakukan pendalaman, pria yang akrab disapa Didung itu belum bisa memastikan. Dia hanya menyatakan bahwa Rektorat Unej berharap proses investigasi itu tidak butuh waktu terlalu lama.

"Dalam hal ini tentunya dari Universitas ingin hal ini lebih cepat dan lebih baik. Sampai kapan ya semoga tidak terlalu lama, seperti yang disampaikan pak WR (warek) 1 yang mengharapkan target waktunya satu minggu," ujar Didung.

Meski demikian, berdasarkan progress investigasi yang telah dilakukan, dirinya menyampaikan bahwa sudah cukup banyak informasi yang didapatkan oleh tim. Waktu tambahan itu dibutuhkan untuk sedikit lagi melakukan pendalaman informasi-informasi tersebut.

"Tinggal sedikit lagi pendalaman yang harus dilakukan," katanya.

Berkaitan pendalaman informasi apa atau bagaimana pendalaman itu harus dilakukan? Didung enggan menjelaskan. Sebab, hal itu sudah menjadi ranah dari tim investigasi.

"Untuk pendalaman kalau itu kewenangan tim yang menyampaikan. Hanya disampaikan bahwa saat ini dirasa perlu dilakukan pendalaman," katanya.

Proses pengumpulan informasi dan pendalaman itu menurut Didung merupakan bentuk keseriusan dari Unej untuk mengungkap persoalan yang telah terjadi. Didung mengklaim bahkan pengawas tim investigasi terus memantau kinerja tim itu.

"Sepanjang yang kami rasakan, tim bekerja sangat serius, Pak Biro 1 Bagian Akademik dan Kemahasiswaan (Unej) dan Sekretaris turun sendiri untuk ikut mengawasi. Ya dari sini bisa kita nilai tingkat keseriusan untuk pengungkapan kasus ini. Intinya, hasil dari Tim Investigasi biar tim dan Warek 1 yang nanti akan menyampaikan," pungkasnya.



Simak Video "BMKG Minta Waspadai Gempa Jember, Berpotensi Picu Tsunami"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)