Rambu Mini di Kebomas Gresik Disorot, Banyak Pengendara Kesasar

Rambu Mini di Kebomas Gresik Disorot, Banyak Pengendara Kesasar

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Kamis, 29 Sep 2022 09:42 WIB
Rambu yang tak terlihat di Gresik
Rambu yang tak terlihat di Gresik (Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Gresik -

Para pengendara roda dua banyak yang tersesat saat melintas di Jalan Mayjend Sungkono, Kebomas, Gresik, tepatnya arah menuju Lamongan. Para pengendara menyorot rambu yang sering tak terbaca. Mereka banyak yang mengaku salah arah lantaran tak melihat rambu mini bertuliskan arah Lamongan atau menuju Jalan Diponegoro hingga Dusun Serembi.

Dari pantauan detikJatim, di lokasi tersebut memang terdapat sebuah rambu ala kadarnya. Rambu tersebut terbuat dari papan berwarna putih bertuliskan warna merah "Lamongan, SMRG" dengan panah ke arah atas dan "Kampung" dengan panah arah ke kiri yang menunjuk ke arah Jalan Diponegoro atau Dusun Serembi, Gresik.

Meski demikian, beberapa pengendara roda dua dari berbagai kota mengaku salah arah ketika menuju Lamongan. Salah satu pengendara yang salah arah tersebut bernama Agus, warga Sekar, Bojonegoro. Ia yang hendak menuju Lamongan. Dia sempat salah arah hingga 500 meter.

Awalnya, ia hanya mengikuti jalur Jalan Mayjen Sungkono untuk ke Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Namun tak disangka, ia tersesat karena tak memperhatikan rambu.

"Saya dari Perak, Surabaya. Biasanya kalau mau ke Bojonegoro, saya lewat Randu Agung, terus ke Duduksampeyan hingga Babat Lamongan. Ini baru nyoba lewat sini, tapi kesasar ke sana (Dusun Srembi)," kata Agus, Kamis (29/9/2022).

Agus baru menyadari jika tersesat usai dirinya bertanya pada salah satu warga di salah satu warung kopi. Ia akhirnya putar balik dan mengikuti arah dari google maps. Agus mengaku tak mengetahui jika ada sebuah rambu di pertigaan Jalan Mayjen Sungkono.

"Nggak tahu kalau ada petunjuk arah itu. Tadi nggak terlalu memperhatikan tulisan itu, karena kecil rambunya," kata Agus.

Tak berselang lama, Udin warga Paciran, Lamongan, seorang pengendara lainnya juga hampir kesasar ke arah Dusun Serambi. Beruntung, sebelum menuju Dusun Serambi, ia bertanya kepada warga yang berada di lokasi.

"Mau ke Lamongan saya, sempat bingung, akhirnya saya tanya saja. Nggak tahu kalau ada petunjuk jalan itu he he he. Mggak melihat ke sana saya," kata Udin tertawa malu.

Sementara itu, Irawan, warga Serembi mengatakan, ia tak jarang menemui beberapa pengendara roda dua dan roda empat yang tersesat. Bahkan, sebelum ada rambu tersebut, sering kali bus pariwisata juga pernah nyasar ke perkampungan.

"Karena itu lah warga membuat tulisan itu. Memang ini jalannya berkelok-kelok dan menurun. Jadi banyak yang nggak fokus apalagi kalau tertutup kendaraan besar," kata Irawan.

Irawan berharap, pemerintah setempat memberikan rambu petunjuk jalan yang lebih layak. Agar, para pengendara tidak tersesat saat menuju Lamongan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Imam Basuki mengatakan, pihaknya akan melakukan perencanaan pemasangan rambu petunjuk arah jalan. Ia baru mengetahui jika belum ada rambu-rambu di pertigaan tersebut.

"Terima kasih masukannya. Kebetulan di PAK kita ada giat untuk pengadaan dan pemasangan rambu," kata Imam Basuki, melalui pesan WhatsApp-nya.

Irawan juga segera memerintahkan anggotanya untuk memeriksa lokasi. Hal itu dilakukan sebelum perencanaan hingga pelaksanaan pemasangan rambu.

"Ini saya langsung minta Kasi dan staf Manrek buat perencanaan, sudah dilihat teman-teman. Insyaallah di PAK kita laksanakan, nunggu perencanaan dan pelaksanaannya nggeh," tutup Imam.



Simak Video "Akui Anggotanya Bikin Blunder soal Pelecehan, Kapolres Gresik Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)