Pengajuan Poligami di Banyuwangi Meningkat 100 Persen di Tahun 2022

Pengajuan Poligami di Banyuwangi Meningkat 100 Persen di Tahun 2022

Ardian Fanani - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 12:46 WIB
Panitera Pengadilan Agama Banyuwangi Subandi
Panitera Pengadilan Agama Banyuwangi Subandi (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Sejak Januari hingga akhir September 2022, Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi mencatat ada 10 pengajuan izin poligami. Pengajuan ini meningkat 100 persen lebih dibandingkan tahun sebelumnya.

Panitera PA Banyuwangi Subandi mengatakan, dari 10 kasus poligami itu, sudah ada 7 pengajuan poligami yang dikabulkan. Sementara, tiga pengajuan lagi masih dalam proses.

"Kasus poligami hingga September 2022, ada 10 perkara masuk dan diterima. Sebanyak 7 perkara telah dikabulkan, sementara 3 masih berproses," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (27/9/2022).

Menurutnya, pengajuan poligami meningkat hingga 100 persen lebih dibandingkan pada tahun 2021. Di tahun lalu, hanya sekitar 4 pengajuan poligami.

Menurut Subandi, PA Banyuwangi tidak mengabulkan semua pengajuan poligami. Sebab, ada syarat formil maupun materil yang harus dipenuhi. Beberapa syarat itu, di antaranya apabila istri tidak bisa menjalankan kewajiban sebagai istri, atau sang istri tidak punya keturunan, sementara sang suami berkeinginan memiliki anak.

"Kemudian syarat selanjutnya ada persetujuan dari istri, bahwa istri tidak keberatan dimadu. Serta mampu memberikan nafkah lahir batin. Sehingga pengajuan poligami bisa saja dikabulkan," cetusnya.

Subandi membeberkan, poligami juga bisa tidak harus mendapatkan persetujuan istri. Asalkan gugatan dari suami benar adanya.

"Contoh, istri tidak kunjung punya keturunan, sedangkan suami ingin memiliki keturunan dan mau berpoligami, namun istri tidak menyetujui. Faktanya sudah berusaha, sudah ke medis, tapi belum dikaruniai. Jadi bisa saja perkara itu dikabulkan," terangnya.

Meski demikian, lanjut Subandi, ada juga pengajuan perkara poligami yang tidak diterima dan ditolak oleh PA Banyuwangi.

"Tidak diterima karena tidak memenuhi unsur-unsur poligami. Contohnya, gugatan suami menyatakan bahwa si istri tidak memberikan nafkah batin. Padahal faktanya istri tiap malam sudah memberikan itu," jelasnya.

Sedangkan perkara itu bisa ditolak, karena gugatan suami juga tidak benar dengan fakta serupa. "Katanya istri ini tidak punya keturunan. Tapi faktanya punya keturunan. Jadi perkara itu bisa saja ditolak," pungkasnya.



Simak Video "Reaksi Arie Untung Usai Adanya Isu Poligami"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/fat)