4 Prodi Fakultas Vokasi Unair Dapat Bantuan Pendanaan

4 Prodi Fakultas Vokasi Unair Dapat Bantuan Pendanaan

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 20 Sep 2022 10:43 WIB
Kampus UNAIR Surabaya
Foto: Kampus UNAIR Surabaya (dok. Humas Unair)
Surabaya -

Sebanyak empat Prodi Sarjana Terapan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) mendapatkan competitive fund dari Dirjen Vokasi (Bantuan pendanaan) dari Dirjen Vokasi. Unair sendiri memiliki 19 prodi. Sebanyak 10 prodi sudah berkembang menjadi Sarjana Terapan.

Dekan Fakultas Vokasi Unair, Novianto Edi Suharno mengatakan 4 prodi yang mendapat competitive fund yakni Prodi Sarjana Terapan Destinasi Parisiwisata, Pengobat Tradisional, Perbankan dan Keuangan, kemudian Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol.

"Saat ini berhasil memperoleh hibah competitive fund dari Dirjen Vokasi. Ini suatu yang berharga, syukuri. 4 Prodi ini mendapatkan pendanaan untuk meningkatkan program studi. Program Dirjen Vokasi, D3 akan ditempati oleh D2 fast track SMA ditambah 1 tahun, D3 diarahkan ke Sarjana Terapan," kata Novianto di Kampus B Unair, Selasa (20/9/2022).

Ia berharap nantinya bisa terjadi link and match dengan industri dan dunia kerja yang sudah dirancang di kurikulum. Nantinya, mahasiswa yang masuk belajar tidak hanya mempelajari ilmu prodi. Tetapi ilmu yang langsung diterapkan.

Selain itu, jumlah mahasiswa dari Fakultas Vokasi ini terbanyak dibandingkan dengan prodi yang lainnya. Oleh karena itu, Fakultas Vokasi mengedepankan ilmu terapan, bukan hanya ilmu akademik.

"Mahasiswa vokasi tahun 2022 ini terbanyak, karena menerima 1.567 tahun 2022. Tidak ada fakultas yang menerima sebanyak itu. Makanya Fakultas Vokasi mengedepankan ilmu terapan bukan ilmu akademik. Ini sejalan dengan program pemerintah yang ingin SDM unggul, siap bekerja. Untuk mendapatkannya salah satunya dari Vokasi," jelasnya.

Sementara Dosen Prodi Pengobatan Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi Unair, Maya Septriana mengatakan untuk Prodinya mendapatkan competitive fund. Dimana bisa menghasilkan lulusan dari 4 kompetensi.

"Ada akupuntur, pijat, nutrisi dan herbal. Lulusan siap bekerja di puskesmas, RS dan fasyankes lainnya terutama di Griya Sehat," kata Maya.

Meski begitu, pihaknya masih perlu mengembangkan diri dengan menambah keterampilan terkait pengobatan tradisional. Salah satu kegiatan penguatan dosen dan tenaga lab untuk pelatihan skill pijat dan sudah tersertifikat nasional dan internasional.

"Tidak hanya 1 dosen, tapi 7 dosen yang memiliki sertifikat nasional dan internasional. Dari hasil pelatihan diberi ke mahasiswa, akan ikut kompetitifan dari lembaga yang mengeluarkan sertifikat BNSP," jelasnya.

Selain itu, prodinya juga mendapatkan pendanaan dari Dirjen Vokasi. Pendanaan peralatan yang bisa digunakan untuk produk-produk.

"Diharapkan, mahasiswa menghasilkan produk yang sudah dihasilkan. Seperti cookies untuk anak stunting menggunakan bahan alam Indonesia dan menuju Indonesia sehat," pungkasnya.



Simak Video "Vaksin Inavac Unair Kantongi Izin Penggunaan untuk Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)