Ketegaran Hati Ibu di Malang Mengais Biji Cengkih demi Bertahan Hidup

Ketegaran Hati Ibu di Malang Mengais Biji Cengkih demi Bertahan Hidup

Tim berbuatbaik - detikJatim
Rabu, 14 Sep 2022 15:25 WIB
Sutiyem
Sutiyem menggendong putra bungsunya sambil mencari cengkih (Foto: berbuatbaik.id)
Malang -

Teriknya mentari yang menyengat, tak menyurutkan sedikit pun niat Sutiyem (38) untuk mencari rupiah. Dengan menggendong anak bungsunya, Soleman, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini memunguti satu demi satu plolong atau biji cengkih di kebun milik orang.

Sutiyem mengaku tak ada pilihan lain. Meskipun Soleman telah berumur 2,5 tahun, putranya ini masih belum bisa berjalan. Soleman juga tak bisa dibiarkan duduk sendiri karena mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

Akhirnya, Sutiyem hanya bisa pasrah menerima keadaan. Ia mengaku tak ada biaya untuk memeriksakan anak keempatnya itu. Baginya cukup mantri yang diandalkan untuk menyembuhkan Soleman, tanpa penanganan lebih lanjut.

Sambil menggendong anaknya, Sutiyem memunguti plolong untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sang suami, Kuswadi juga bekerja di kebun orang. Mari bantu mereka.Sambil menggendong anaknya, Sutiyem memunguti plolong untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sang suami, Kuswadi juga bekerja di kebun orang. Mari bantu mereka. Foto: berbuatbaik.id

Sutiyem mengaku beruntung karena setiap mencari bunga cengkih ini, ia kerap dibantu anak sulungnya, Murtina. Namun, walaupun begitu keras mereka mencari plolong, saban hari keduanya hanya berhasil mengumpulkan 5 kilogram plolong. Sedangkan harga plolong per kilogramnya hanya Rp 4 ribu, uang ini pun tak cukup untuk menghidupi 4 anak dan suaminya.

Sementara suami Sutiyem, Kuswadi tak memiliki pendapatan tetap. Biasanya, Kuswadi bekerja di kebun orang dan mendapatkan upah Rp 50 ribu dalam sehari. Namun, jika sedang tak ada tawaran pekerjaan, maka Kuswadi mengumpulkan daun cengkih untuk disuling menjadi minyak urut.

Dari pekerjaannya ini, Kuswadi bisa mendapatkan Rp 170 ribu per liter minyak cengkeh. Namun, untuk mengumpulkan 1 liter minyak membutuhkan waktu yang sangat lama. Apalagi lahan penyulingan harus dia sewa, begitupun dengan alat-alat penyulingan. Nasib pekerjaan Kuswadi tak jauh berbeda dengan sang istri.

SutiyemPutra Sutiyem yang belum bisa berjalan Foto: berbuatbaik.id

"Saya makan dua kali satu hari, yang penting anak-anak bisa makan. Kalau anak-anak kenyang, ya sudah. Saya bisa makan dari pemberian orang pemilik kebun," ungkapnya kepada tim berbuatbaik.id beberapa waktu lalu.

Kuswadi memang harus berpikir dan berusaha keras soal makanan. Jika uang semakin menipis, keluarga ini hanya bisa mengandalkan daun singkong yang tumbuh di pekarangan sebagai lauk. Mereka bersama-sama menyantap nasi dan daun singkong dari satu mangkuk plastik yang sama, dengan suapan saling bergantian.

Keprihatinan keluarga pencari cengkih ini tak selesai sampai di situ, mereka juga harus berjejalan di satu tempat tidur sempit bersama-sama saat malam hari. Terkadang, sang ayah mengalah dan tidur di ruang tamu rumah berukuran 3x6 meter ini.

SutiyemSuami Sutiyem Foto: berbuatbaik.id

Sementara untuk urusan kakus dan mandi, Sutiyem dan suami menumpang di rumah tetangga. Sedangkan anak-anak mandi di penampungan air terdekat tanpa sekat.

Meskipun hidup dalam keterbatasan, senyum keluarga ini tak pernah hilang. Keluarga ini mengajarkan soal ketegaran menghadapi hidup yang begitu kuat. Bagi mereka, selama bersama-sama, hidup terasa begitu bermakna.

SutiyemKeluarga Sutiyem Foto: berbuatbaik.id

Kendati demikian, akan semakin membahagiakan jika sahabat baik bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Salah satunya dengan membantu meringankan penderitaan mereka.

Jika detikers ingin memberi semangat untuk keluarga ini, bisa dilakukan dengan berdonasi melalui berbuatbaik.id. Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan, seluruhnya akan sampai ke penerima 100% dan tanpa ada potongan.

Bagi kamu yang telah berdonasi, juga akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, para donatur bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti dan update terkininya. Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai detik ini juga!



Simak Video "Awas Kanker Otak, Kenali Gejalanya"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)