Tim PT BSI Diadang Warga, Polisi: Hanya Survei Geometri

Ardian Fanani - detikJatim
Kamis, 18 Agu 2022 19:45 WIB
Sejumlah warga yang mengadang Tim Peneliti PT BSI.
Sejumlah warga yang mengadang Tim Peneliti PT BSI. (Foto: tangkapan layar/detikJatim)
Banyuwangi -

Warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi melakukan pengadangan kepada tim survei dari PT Bumi Suksesindo (BSI). Rombongan yang akan membuka jalan untuk survei geometri di Gunung Salakan itu akhirnya kembali dengan pengawalan aparat kepolisian.

Peristiwa itu terjadi di pertigaan Mbah Marwah, Kampung Rowojambe, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kamis (18/8/2022).

Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi mengatakan bahwa rombongan dari PT Bumi Suksesindo itu akan melakukan pembukaan jalan untuk survei geometri di Gunung Salakan.

"Iya mereka itu, apa namanya, hanya survei geometri di kawasan itu (Gunung Salakan)," ujarnya kepada detikJatim, Kamis (18/8/2022).

Rombongan dari PT Bumi Suksesindo itu, kata Basori, berjumlah 23 orang. Di antaranya tim survei berkah 7 orang dari PT BSI dan 16 orang dari warga lokal yang memandu jalur pembukaan jalan.

"Iya penelitinya ada 7 orang dari PT BSI dan 16 orang warga lokal yang buka jalan," tambahnya.

Karena adanya penolakan warga, kata Basori, pihaknya langsung meminta kegiatan itu dibatalkan. Hal ini dilakukan agar konflik tidak berlanjut.

"Jadi hanya salah paham tadi itu. Makanya kami minta untuk tidak dilakukan survei itu," pungkasnya.

Kondisi sekitar pertambangan emas di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi memanas. Hal ini seiring dengan adanya dugaan pengadangan sejumlah petugas survei dari PT. Bumi Suksesindo (BSI) yang hendak membuka jalur penelitian di Gunung Salakan.

Aksi ini viral di media sosial pada hari ini. Video berdurasi 1 menit 15 detik terlihat beberapa warga menghentikan kendaraan milik polisi yang mengawal tim survey PT BSI.

Beberapa warga berdebat dengan Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi. Warga menolak adanya tim survei untuk masuk wilayah Gunung Salakan.

"Piye ngene iki. Lek koyo ngene iki masyarakat geger pastine (bagaimana ini, kalau seperti ini terus geger masyarakat)," ujar salah satu warga dalam video itu.

Kalimat itu ditujukan kepada aparat kepolisian yang diduga melakukan pengawalan. Sebab masyarakat tidak mau jika Gunung Salakan ditambang.



Simak Video "Panas! Warga Banyuwangi Ramai-ramai Tolak Tambang Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)