Memanas, Warga Banyuwangi Kembali Tolak Tambang Emas

Ardian Fanani - detikJatim
Kamis, 18 Agu 2022 19:17 WIB
Warga adang rombongan Tim Peneliti operator tambang Banyuwangi yang dikawal polisi
Warga adang rombongan Tim Peneliti PT BSI yang dikawal polisi. (Foto: Tangkapan layar)
Banyuwangi -

Situasi di sekitar pertambangan emas di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi memanas. Ini seiring adanya dugaan pengadangan sejumlah petugas survei dari PT Bumi Suksesindo (BSI) yang akan melakukan pembukaan jalur penelitian di Gunung Salakan.

Aksi ini viral di media sosial hari ini. Dalam video berdurasi 1 menit 15 detik itu terlihat beberapa warga menghentikan kendaraan milik polisi yang mengawal tim survei PT BSI.

Sejumlah warga berdebat dengan Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi. Warga menolak adanya Tim Survei yang hendak masuk ke wilayah Gunung Salakan.

"Piye ngene iki. Lek koyo ngene iki masyarakat geger pastine (bagaimana ini, kalau seperti ini terus geger masyarakat)," ujar salah satu warga dalam video tersebut.

Kalimat itu ditujukan kepada aparat kepolisian yang diduga melakukan pengawalan terhadap Tim Survei PT BSI. Sebab masyarakat tidak mau jika Gunung Salakan ditambang.

Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi membenarkan terjadinya insiden di pertigaan Mbah Marwah Kampung Rowojambe Dusun Pancer Desa Sumberagung Pesanggaran.

"Iya memang tadi ada sedikit salah paham. Nanti ya sudah kami tarik kembali," ujarnya kepada detikJatim, Kamis (18/8/2022).

Kesalahpahaman itu, kata Basori, dipicu adanya pembukaan lahan untuk Tm Survei tambang emas di Gunung Salakan. Rencana itu kemudian ditolak warga.

"Ya ada penolakan itu ke tambang," pungkasnya.



Simak Video "Panas! Warga Banyuwangi Ramai-ramai Tolak Tambang Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)