Luncurkan Visi Misi KIB, Zulhas Ajak 'Bertengkar' Gagasan agar Indonesia Maju

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 14 Agu 2022 23:40 WIB
Ketum PAN Zulkifli Hasan saat memaparkan visi misi KIB
Ketum PAN Zulkifli Hasan saat memaparkan visi misi KIB. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan Indonesia sebagai bangsa yang telah lama merdeka. Karena itu menurutnya negara ini mutlak memerlukan peta jalan yang jelas agar bisa menjadi bangsa yang maju dan produktif.

"Dunia yang penuh ketidakpastian yang melanda kita ini. Oleh karena itu Indonesia harus punya arah. Agar jadi bangsa yang produktif, bangsa yang maju, perlu peta jalan, perlu arah, perlu visi dan misi," kata Zulhas saat launching visi dan misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jatim (14/8/2022).

Zulhas menjelaskan bahwa tetap ada ruang dialog bahkan berdebat dalam visi dan misi KIB. Selama itu demi kebaikan bangsa, maka ia memastikan KIB akan mengusung politik cerdas yang gandrung dengan ide dan gagasan.

"Apa yang kami sampaikan mungkin belum sempurna, oleh karena itu silahkan kita boleh bertengkar, tapi soal gagasan, soal pikiran, bertengkar agar Indonesia lebih baik lebih maju. Bukan bertengkar identitas, bukan bertengkar individu, apalagi agama," jelasnya.

Zulhas juga menyebut bahwa salah satu syarat sebuah negara menjadi negara yang maju adalah dengan menjadi mandiri dan berdaulat di bidang energi dan pangan.

"Pak Airlangga tadi mengatakan kita harus menjadi bangsa yang maju pada 2035 mendatang. Dan saya ingin tegaskan bahwa tidak ada negara maju tanpa berdaulat energi, tidak ada negara maju tanpa berdaulat pangan," tegasnya.

Selaku penyelenggara acara, Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizki Sadig memastikan pertemuan hari ini memang hanya membahas visi dan misi KIB. "Hanya melaunching visi misi KIB. Chapter ini baru seputar visi misi." Jelas Rizki.

Akan tetapi Rizki memastikan agenda ini adalah agenda penting KIB. Di mana KIB ingin membuktikan bahwa mereka konsisten dengan politik gagasan dan menolak politik identitas.

"Kami ingin tunjukkan bahwa KIB siap dengan gagasan dan ide, bukan semata berkoalisi untuk kepentingan pemilu, lebih dari itu kami juga memikirkan visi dan misi jangka panjangnya. Bahkan kami undang para cendikiawan dan akademisi untuk mengujinya," tandasnya.



Simak Video "Zulhas Bacakan Visi Misi KIB: Akhiri Politik Identitas, Lahirkan Gagasan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)