Tim Susur Sungai Bengawan Solo Tiba di Lamongan, Ini Rekomendasinya

Eko Sudjarwo - detikJatim
Jumat, 12 Agu 2022 11:36 WIB
Tim ekspedisi susur sungai Bengawan Solo di Lamongan
Foto: Tim ekspedisi susur sungai Bengawan Solo di Lamongan (Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Tim Susur sungai dari Komunitas Stand Up Paddle Indonesia melanjutkan perjalanan di Lamongan. Kali ini mereka menyusuri Bengawan Solo di Desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun.

Penanggungjawab aksi litigasi dan kolaborasi Komunitas Stand Up Paddle Indonesia, Tofan Ardi mengatakan ekspedisi ini telah dimulai sejak bulan Juli dari Wonogiri. Aksi akan berakhir pada tanggal 14 Agustus di huli Bengawan Solo di Gresik.

"Hari ini kami akan menuju Desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun," kata Tofan Ardi, Jumat (12/8/2022).

Selain fokus pada masalah lingkungan, penyusuran sungai juga menyentuh sisi sosio ekonomi masyarakat di sekitar sungai. Tim menginisiasi pembentukan riverside ecological society yang nantinya diharapkan dapat mengimplementasikan kebijakan jasa lingkungan.

"Kami berharap semangat untuk melestarikan Bengawan Solo terus bergelora di masyarakat dan sungai dapat kembali ke fungsinya, fungsi irigasi, mata pencaharian, juga transportasi," ujarnya.

Kegiatan menyusuri Bengawan Solo ini menempuh jarak sejauh 462 kilometer dan melintasi 491 desa yang berada di 12 Kabupaten di wilayah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Kegiatan dimulai dari pintu air Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah dan nantinya akan berakhir di Desa Bedanten, Gresik, Jawa Timur.

"Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di pulau Jawa yang keberadaannya berpengaruh besar terhadap perkembangan peradaban manusia di sekitarnya," jelasnya.

Dari penyusuran sungai ini, ungkap Tofan, banyak temuan yang sudah mereka dapatkan terkait karakter desa-desa yang mereka lalui yang ternyata berbeda satu dengan lainnya. Menurut Tofan, sampah dan pencemaran sungai juga masih banyak ditemukan.

"Salah satu rekomendasi kami adalah adanya peraturan daerah dan peraturan desa terkait perlindungan sungai, yang termasuk di dalamnya adalah persoalan tata kelola perlindungan sampah," ungkap Tofan.

Selain itu, Tofan dan timnya juga mendorong desa-desa yang mereka singgahi untuk memiliki destinasi wisata bahari dan wisata budaya dengan salah satu peninggalannya adalah makam Joko Tingkir.

Di setiap lokasi yang mereka singgahi, papar Tofan, mereka juga menggelar sejumlah kegiatan yang diantaranya adalah sarasehan terkait desa-desa yang berada di tepi bantaran sungai terpanjang di Jawa ini.

"Rekomendasi yang kami sampaikan bisa menjadi arah kebijakan dan penanganan permasalahan yang berkaitan dengan Bengawan Solo. Selain itu, temuan yang disampaikan juga dapat menjadi dasar dalam upaya pengembangan potensi wisata desa," tambahnya.



Simak Video "Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Anak Sungai Bengawan Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)