Walkot Eri Dorong Guru Surabaya Tulis Buku, Royalti Bisa Tambah Penghasilan

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 11 Agu 2022 22:13 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Pemkot Surabaya dorong guru untuk menulis buku (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Henbuk Marketplace menciptakan ekosistem literasi di lingkungan pendidikan. Kolaborasi ini mendorong guru di Kota Pahlawan untuk menulis buku dan diupload di aplikasi henbuk.com, lalu royalti dari hasil penjualannya itu akan langsung masuk ke rekening penulis.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membeli salah satu buku di aplikasi tersebut. Pembayarannya menggunakan cashless, ketika membayar langsung masuk ke rekening penulis atau guru Surabaya.

Eri menjelaskan saat ini semakin banyak guru di Surabaya yang menuangkan ide dan pemikirannya lewat buku. Hal ini sangat penting karena pemahaman siswa akan lebih sempurna di samping penjelasan dengan tatap muka.

"Para guru di Surabaya dikenal suka menulis. Sehingga, kami berusaha mewadahi. Bapak ibu guru bisa menuliskan tentang berbagai hal, misalnya buku tentang penyelesaian soal dengan berbagai variasi. Karya mereka itu lalu bisa diupload di aplikasi, nanti yang beli bisa anak didiknya, pihak sekolah, hingga masyarakat umum," kata Eri kepada wartawan, Kamis (11/8/2022).

Dengan begini, lanjut Eri, maka para guru bisa menyebarluaskan ilmunya melalui buku dan terpenting bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari buku yang dijual di aplikasi

"Tulisan para guru bisa dihargai. Bahkan bisa menjadi penghasilan tambahan. Apalagi, orang menulis itu tidak banyak. Baik imajinasi hingga inspirasi sang penulis yang seharusnya dihargai," ujarnya.

Eri menegaskan format buku ini adalah elektronik berbentuk PDF. Dengan format ini, tentu harganya lebih murah dibanding biasa di toko-toko buku. Sebab, dengan cara ini tidak perlu mengeluarkan ongkos percetakan dan penjualannya tentu lebih luas.

"Kalau mencetak kan mahal, namun dengan aplikasi ini akan lebih praktis. Sehingga tidak mahal. Yang beli juga semakin banyak," katanya.

Meski harganya murah, Eri berharap kualitas dari buku itu harus terjamin. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Surabaya untuk melakukan pendampingan menulis kepada para guru-guru itu.

"Bahkan, nanti bisa penulis profesional diundang untuk memberikan pelatihan kepada para guru, supaya kemampuan menulisnya bisa diasah dan ditingkatkan," harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh menjelaskan bahwa penulisan buku ini bisa menjadi penilaian tambahan bagi guru. Baik guru negeri maupun swasta.

"Bagi guru di sekolah negeri, tentu ini menjadi salah satu indikator untuk kenaikan pangkat. Termasuk juga untuk swasta bisa menjadi penilaian pribadi atau inpassing, misalnya. Semakin banyak karya yang dihasilkan, tentu nilai semakin bagus," jelasnya.

Kemudian CEO Henbuk Marketplace Hendika Permana mengatakan program ini sebagai agenda nasional. Ia memastikan, aplikasi ini sebagai pengejawantahan perintah Presiden melalui Kementerian Pendidikan dalam meningkatkan minat baca di Indonesia.

"Setelah kita pelajari, minat baca diawali dengan tulisan yang mengikat. Sehingga, kita akan mendorong guru dan dosen untuk menulis buku yang diminati siswa. Marketnya, seluruh Indonesia," katanya.

Menurutnya, untuk bisa menjual buku di aplikasi ini, ada sejumlah proses yang harus dilalui. Pertama, buku dari penulis akan diunggah ke aplikasi oleh guru. Selanjutnya, akan ada verifikator untuk menilai konten buku tersebut sebagai bentuk kurasi. "Ketika guru submit, kami verifikasi. Kalau kurang menarik, kami beri suggest (saran) berupa tulisan yang nanti akan disempurnakan. Paling tidak bisa menyesuaikan standar," ujarnya.

Setelah lolos verifikasi, selanjutnya akan dijual. Berbagai jenis genre buku bisa ditulis. Dari hasil penjualan, penulis akan mendapatkan royalti secara langsung yang masuk di aplikasi.

"Sistem royalti, 90 persen ke penulis dan 10 persen ke operator. Misalnya, harga Rp 15 ribu. Maka Rp 1.500 akan masuk ke operator," imbuhnya.

Dengan antusiasme yang begitu besar, pihaknya optimis para guru yang tergabung akan mencapai 400 orang. Bahkan, dipastikan bahwa sebenarnya sudah ada sekitar 2.000 buku yang telah ada dan kini masuk verifikasi. Dalam waktu dekat itu akan diupload dan bisa dibeli.



Simak Video "Sambut Baik detikjatim, Ini Harapan Walkot Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)