Petambak Lamongan Ancam Demo Lagi Jika Tak Dapat Jatah Pupuk Subsidi

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 08 Agu 2022 16:19 WIB
demo petambak di lamongan
Demo petani tambak di Lamongan di DPRD yang lalu (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Jakarta -

Petambak di Lamongan mengancam akan kembali menggelar demo besar-besaran. Ini karena mereka tak masuk dalam penerima pupuk bersubsidi.

Ketua kelompok pembudidaya ikan tambak Yusuf Fadli menjelaskan pada peraturan pemerintah terbaru, kelompoknya tak dimasukkan dalam sektor penerima pupuk bersubsidi.

Peraturan terbaru ini tertuang dalam Permentan nomor 10/2022 yang akan merevisi Permendag Nomor 15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

Dalam aturan tersebut, lanjut Yusuf, pupuk bersubsidi ini hanya dikhususkan bagi 9 komoditas bahan pangan pokok strategis yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, kakao, tebu rakyat, dan bawang putih.

"Jelas dalam aturan tersebut tidak menyebutkan jika pupuk bersubsidi tidak diperuntukkan bagi kami petambak," kata Yusuf Fadli saat berbincang dengan wartawan, Senin (8/8/2022).

Padahal tegas Yusuf, kebutuhan akan pupuk bersubsidi bagi petambak di Lamongan sangat tinggi, yaitu 3 kali lipat dari kebutuhan untuk lahan padi. D

alam peraturan terbaru itu, pupuk bersubsidi yang akan diberikan ke petani adalah urea dan NPK dan tidak menyebutkan sama sekali pupuk SP36 yang sangat dibutuhkan oleh petambak.

"Kalau seperti itu artinya kami Petambak ini akan mendapatkan pupuk dengan harga non subsidi," jelasnya.

Untuk itu, Yusuf mengancam bakal kembali turun ke jalan bersama massa yang lebih besar. Tuntutannya tetap sama yaitu alokasi pupuk bersubsidi untuk petambak. Petambak dari 6 kecamatan, yaitu kecamatan Glagah, Karangbinangun, Kalitengah, Deket, Turi dan Karanggeneng akan mengambil sikap nyata demi nasib petambak.

"Ada ribuan petambak tradisional yang tersebar di 6 kecamatan di Lamongan ini yang tambaknya belum bisa lepas dari pupuk. Lalu bagaimana nasib kami jika kami dipaksa untuk membeli pupuk nonsubsidi yang harganya 3 kali lebih mahal," tegasnya.

Karena hal ini, Yusuf menegaskan petambak di Lamongan menuntut agar petambak atau budidaya perikanan darat yang ada di Lamongan ini mendapatkan perhatian dari pemerintah terkait kebutuhan pupuk bersubsidi. Pasalnya, kondisi tanah tambak di Lamongan belum bisa dilepaskan dari penggunaan pupuk.

"Kami para petambak sudah sepakat akan menggelar aksi protes skala besar untuk memperjuangkan nasib kami," tandas Yusuf.



Simak Video "Pemerintah Akan Batasi Pupuk Subsidi"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)