Aktivis Hewan di Surabaya Demo Tolak Jagal-Konsumsi Anjing hingga Kucing

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Minggu, 07 Agu 2022 14:41 WIB
Aksi pecinta hewan Surabaya
Aksi pecinta hewan di Surabaya (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Puluhan aktivis, pemilik, hingga pecinta hewan berkumpul di CFD Taman Bungkul, Surabaya. Di sana, mereka menyuarakan hak kucing dan anjing. Mereka menolak jagal hingga mengonsumsi hewan berbulu ini.

Dari pantauan detikJatim, kegiatan bertajuk 'Hentikan Aksi Keji Penjagalan Kucing dan Anjing untuk Konsumsi' itu sontak menjadi sorotan masyarakat. Tak sedikit pula yang mengabadikan momen tersebut melalui smartphone.

Usai acara, mereka melakukan penandatanganan petisi di spanduk putih. Begitu juga dengan warga yang mengikuti CFD.

Ketua Yayasan Sarana Metta Indonesia dan Animals Hope Shelter, Christian Joshua Pale mengatakan, kegiatan tersebut merupakan satu dari sekian aksi damai untuk menghentikan konsumsi daging kucing dan anjing di Indonesia. Terutama, di kawasan Surabaya Raya.

"Saya bersama beberapa teman-teman komunitas dan aktivis pecinta hewan melakukan aksi damai. Ini langkah lanjutan dari aksi kami sebelumnya yang menggerebek dan menutup rumah jagal di Surabaya yang beroperasi selama 40 tahun lebih," kata Joshua kepada detikJatim saat ditemui di lokasi, Minggu (7/8/2022).

Ia menyebut, di Surabaya ada sejumlah titik yang masih melakukan penyembelihan kucing dan anjing. Namun, ia tak menjelaskan secara detail lantaran masih belum bisa mengakses.

"Ada banyak, ada beberapa titik, belum bisa kami hitung dan tembus. Kami sudah investigasi, tapi memang ada yang sulit kami tembus," ujarnya.

Joshua berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bisa meniru kebijakan dari Walikota Malang, Sutiaji. Menurutnya, Malang telah mengeluarkan SE perihal larangan konsumsi daging anjing dan kucing.

"Saya dan teman-teman akan bertemu dengan Wali Kota Surabaya (Eri Cahyadi) dengan harapan setidaknya bisa meniru Wali Kota Malang yang berani mengeluarkan SE pelarangan konsumsi, serta diikuti jajaran terkait dengan menertibkan tempat-tempat makan yang menyediakan dan menjual menu kucing dan anjing untuk dikonsumsi," tutupnya.

Sebelumnya, polisi dan pecinta satwa telah menggerebek rumah jagal anjing di Pesapen IV, Kelurahan Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya pada Minggu (31/7/2022) lalu. Di sana, ditemukan sejumlah anjing dalam keadaan yang memprihatinkan.

Di rumah itu pula, dijadikan tempat pembantaian terhadap anjing-anjing. Lalu, dipasarkan ke sejumlah titik untuk dikonsumsi.



Simak Video "Detik-detik Polisi Gerebek Rumah Jagal Anjing di Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/sun)