Tanggapi Peredaran-Konsumsi Daging Anjing, MUI Jatim: Haram!

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 05 Agu 2022 22:09 WIB
Sekretaris Komisi Fata MUI Jatim, Sholihin
Foto: Sekretaris Komisi Fata MUI Jatim, Sholihin (Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menegaskan mengonsumsi daging anjing adalah haram dan dilarang. Apalagi sampai mengedarkan untuk konsumsi masyarakat.

"Pasti dong haram, kita kan ada sertifikasi halal. MUI sebagai pelayan masyarakat, dan menjaga masyarakat. Kita muslim punya aturan main, sehingga hak-haknya terlindungi, tidak boleh makan yang haram, ini yang harus kita jaga," kata H Sholihin, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jatim di Surabaya, Jumat (5/8/2022).

Sholihin mengungkapkan ada sertifikasi halal dalam setiap makanan yang beredar di masyarakat. Sholihin menyebut, jangan sampai daging anjing yang haram bisa bebas diedarkan atau dijual.

"Kalau kemudian ada peredaran daging anjing, lalu membuat orang Islam bisa mengonsumsi, harus segera di-clear-kan jangan sampai daging itu beredar biar orang tidak resah," tegasnya.

Dirinya berharap, seluruh pihak serius dalam menangani adanya peredaran daging anjing khususnya di Jawa Timur. Apalagi sudah jelas, anjing bukan hewan untuk dikonsumsi.

"Jelas ya, secara syariat ya dilarang. Ya kami berharap ada penanganan serius ya, agar masyarakat kan juga tenang," tambahnya.

Sebelumnya diketahui, komunitas pecinta hewan, Animals Hope Shelter membeberkan ada empat tempat penjagalan anjing di Jawa Timur. Penjagalan anjing ini disebut dalam jumlah banyak.

"Kami sudah investigasi dan menemukan empat tempat penjagalan anjing dalam jumlah besar di Jatim," kata Christian Joshua Pale, Founder and Leader Animals Hope Shelter di Rumah Dinas Wagub Jatim, Rabu (3/8/2022).

Joshua membeberkan, empat titik penjagalan anjing di Jatim yang mereka temukan yakni di Kota Surabaya, Blitar, Lumajang, dan Madiun.

Menurut Joshua, daging-daging anjing yang yang dijagal di Jatim ternyata rata-rata pemasok daging ke Jawa Tengah, salah satunya ke Solo.

"Dalam jumlah banyak dagingnya, peredaran dan perdagangan daging anjing di Jatim ini hasil investigasi disuplai atau dikirim ke Solo dan Jateng. Jadi harus kita hentikan, karena di sini pemasok ke Solo dan Jateng," jelasnya.



Simak Video "Detik-detik Polisi Gerebek Rumah Jagal Anjing di Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)