RSUD Jombang Paksa Ibu Lahiran Normal, Puskesmas Bantah Beri Rujukan Caesar

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 01 Agu 2022 19:29 WIB
rsud jombang
RSUD Jombang. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Informasi dalam artikel ini bisa mengganggu pembaca, terutama bagi ibu hamil yang tidak disarankan untuk membaca artikel ini.

Puskesmas Sumobito membantah memberi surat rujukan kepada Rohma Roudotul Jannah (29) agar dioperasi caesar di RSUD Jombang. Puskesmas merujuk perempuan asal Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito itu karena mengalami preeklamsia, serta mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes.

Rohma datang ke Puskesmas Sumobito, Jombang pada Kamis (28/7) pagi untuk pemeriksaan rutin kehamilannya. Saat itu, usia kandungannya sudah 9 bulan. Dia datang dalam kondisi bukaan 3.

Kepala Puskesmas Sumobito dr Hexawan Tjahya Widada mengatakan, pihaknya merujuk Rohma ke RSUD Jombang karena mengalami preeklamsia, serta mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes. Ia membantah merujuk Rohma untuk menjalani operasi caesar.

"Ya, problemnya hipertensi dalam kehamilan kan harus dirujuk. Tentunya untuk tindakan itu pihak rumah sakit yang menentukan. Tidak ada (rujukan untuk caesar), dirujuk karena preeklampsi. Tidak ada rujukan pro sc (operasi caesar)," jelas dr Hexawan kepada wartawan, Senin (1/8/2022).

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang terkait kasus yang dialami Rohma. Oleh sebab itu, dr Hexawan mengarahkan wartawan untuk mengonfirmasi ke Dinkes terkait kronologi kasus tersebut.

"Jadi, kronologi lengkapnya ke Dinkes saja lah," ujarnya.

Sebelumnya, Sumai Rohma, Yopi Widianto (26) menjelaskan, istrinya yang hamil 9 bulan kontrol ke Puskesmas Sumobito, Jombang pada Kamis (28/7) pagi. Ternyata, jalan lahir pada rahim istrinya sudah pembukaan 3. Rohma pun dirujuk ke RSUD Jombang untuk menjalani operasi caesar.

"Kata istri saya sih gitu (pihak puskesmas merujuk ke RSUD Jombang agar dioperasi caesar), saya kurang tahu juga. Saat tanggal 13 Juli (2022) kontrol di sini (RSUD Jombang).juga menyarankan caesar. Karena istri saya mengidap gula darah dan darah tinggi, bayinya juga gemuk," kata Yopi kepada wartawan di Sekretariat PWI Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim tadi pagi.

Hari itu, Rohma masuk ke RSUD Jombang sekitar pukul 10.50 WIB. Pemeriksaan awal di rumah sakit pelat merah ini menunjukkan Rohma dalam kondisi baik. Dia sudah bukaan 7. Kepala janin pada posisi di pangkal panggul. Sehingga, dokter spesialis kandungan yang menanganinya memutuskan ia menjalani persalinan normal.

Benar saja, jalan lahir Rohma akhirnya membuka secara lengkap. Tim dokter pun memberikan pertolongan sesuai prosedur persalinan normal. RSUD Jombang tidak mengabulkan permintaanya untuk operasi caesar karena ia pasien peserta BPJS Kesehatan.

Pihak rumah sakit menilai tidak ada indikasi klinis yang menjadi dasar bagi Rohma untuk dioperasi caesar. Jika dipaksakan operasi tanpa dasar, manajemen RSUD Jombang bakal terkena audit terkait pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan.

Persalinan normal sempat berjalan lancar sampai kepala bayi Rohma keluar. Saat itulah terjadi distosia bahu yang menyebabkan tubuh bayi tidak bisa keluar. Tiga dokter spesialis kandungan ikut menolongnya dengan berbagai cara. Setelah lebih dari 10 menit, bayi perempuan itu meninggal.

Tim dokter lalu mengalihkan fokusnya untuk menyelamatkan nyawa Rohma. Pada bayi kemudian dilakukan pemisahan anggota badan. Selanjutnya, tubuh bayi dikeluarkan dari rahim Rohma melalui prosedur operasi. Kepala dan tubuh bayi lantas disatukan kembali dengan dijahit dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.



Simak Video "Sopir yang Gagalkan Penangkapan Mas Bechi Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/dte)