RSUD Jombang Minta Maaf Buntut Paksa Ibu Lahiran Normal hingga Bayi Meninggal

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 01 Agu 2022 17:14 WIB
Konferensi pers RSUD Jombang tentang ibu yang diduga dipaksa melahirkan normal hingga bayi meninggal
Konferensi pers di RSUD Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Informasi dalam artikel ini bisa mengganggu pembaca, terutama bagi ibu hamil yang tidak disarankan untuk membaca artikel ini.

RSUD Jombang akhirnya minta maaf usai memaksa seorang ibu melahirkan normal hingga sang bayi meninggal. Ibu bayi ini yakni Rohma Roudotul Jannah (29). Persalinannya di RSUD Jombang berakhir tragis. Bayi perempuannya meninggal karena mengalami bahu tersangkut atau distosia bahu.

"Tadi kami sudah menjelaskan kepada keluarga pasien (Rohma), alhamdulillah keluarga pasien sudah memahami kondisi yang sebenarnya," kata Kasubbag Humas RSUD Jombang, dr Fery Dewanto saat jumpa pers, Senin (1/8/2022).

Kasus persalinan normal berujung kematian bayi ini, lanjut dr Fery, menjadi pelajaran berharga bagi RSUD Jombang. Pihaknya mengaku telah menemui keluarga Rohma untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Selain itu, pihak rumah sakit juga telah meminta maaf.

"Kami juga menyampaikan permintaan maaf atas pelayanan yang tidak berkenan. Kami berharap semua pelayanan berjalan lancar. Kasus ini di luar prediksi," jelasnya.

Diketahui, Rohma dirujuk dari Puskesmas Sumobito ke RSUD Jombang karena mengalami keracunan kehamilan pada Kamis (28/7) pagi. Perempuan asal Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito itu tiba di rumah sakit pelat merah sekitar pukul 10.50 WIB.

Pemeriksaan awal di RSUD Jombang menunjukkan Rohma dalam kondisi baik, jalan lahirnya sudah pada fase bukaan 7. Sementara itu, kepala janin berada pada posisi di pangkal panggul. Sehingga, dokter spesialis kandungan yang menanganinya memutuskan agar ia menjalani persalinan normal.

Benar saja, jalan lahir Rohma akhirnya membuka secara lengkap. Tim dokter pun memberikan pertolongan sesuai prosedur persalinan normal. RSUD Jombang tidak mengabulkan permintaannya untuk operasi caesar karena ia pasien peserta BPJS Kesehatan.

Pihak rumah sakit menilai tidak ada indikasi klinis yang menjadi dasar bagi Rohma untuk dioperasi caesar. Jika dipaksakan operasi tanpa dasar, manajemen RSUD Jombang bakal terkena audit.

Persalinan normal sempat berjalan lancar sampai kepala bayi Rohma keluar. Saat itu lah terjadi distosia bahu yang menyebabkan tubuh bayi tidak bisa keluar. Tiga dokter spesialis kandungan ikut menolongnya dengan berbagai cara. Setelah lebih dari 10 menit, bayi perempuan itu meninggal.

Sehingga, tim dokter mengalihkan fokusnya untuk menyelamatkan nyawa Rohma. Pada bayi kemudian dilakukan pemisahan anggota badan. Selanjutnya, tubuh bayi dikeluarkan dari rahim Rohma melalui prosedur operasi. Kepala dan tubuh bayi lantas disatukan kembali untuk diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.



Simak Video "Sopir yang Gagalkan Penangkapan Mas Bechi Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)