BMKG Buka-bukaan Penyebab Suhu Dingin hingga Kawasan Bromo 'Membeku'

Tim detikJatim - detikJatim
Kamis, 28 Jul 2022 06:05 WIB
Embun upas di Bromo
Embun upas di Bromo/Foto: (Dok. TNBTS)
Surabaya -

Kerasa nggak rek, suhu udara akhir-akhir ini terasa lebih dingin? Suhu dingin ini terjadi di hampir seluruh wilayah Jatim. Bahkan, suhu dingin ini juga 'membekukan' kawasan Bromo.

Akhir-akhir ini, suhu udara di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menurun drastis. Suhu ekstrem sampai 2 derajat celsius ini sampai 'membekukan' kawasan Bromo hingga memunculkan embun upas atau frost.

BMKG Klas I Juanda Sidoarjo menyebut, hal ini merupakan fenomena bediding. Bediding bisa berdampak pada munculnya embun beku atau frost di dataran tinggi.

"Fenomena suhu dingin yang terjadi saat ini, biasa disebut bediding. Dampaknya di dataran tinggi dapat menimbulkan embun beku atau frost," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Sidoarjo, Teguh Tri Susanto saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (28/7/2022).

Lalu apa penyebabnya? Teguh menyebut suhu dingin yang terasa, hingga fenomena kawasan Bromo yang membeku memiliki penyebab sama.

"Apakah penyebabnya sama? Tentu saja. Pertama adanya Monsoon Australia yang melewati wilayah Indonesia dan membawa massa udara yang dingin dan kering," ungkap Teguh.

Teguh menyebut cuaca cerah di malam hari juga membuat panas di bumi langsung terlepas ke awan.

"Kemudian karena cuaca yang cerah dan tidak ada tutupan awan pada malam hari, sehingga panas di permukaan bumi langsung terlepas ke atmosfer tanpa terhalang oleh awan," tambahnya.

Saat ditanya sampai kapan fenomena ini? Teguh menyebab fenomena bediding ini kerap terjadi di musim kemarau. Mulai bulan Juli hingga Agustus.

"Fenomena bediding dan embun beku umum terjadi pada bulan Juli hingga Agustus saat musim kemarau," pungkas Teguh.



Simak Video "Turis Asing yang Kencingi Kawah Gunung Bromo Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)