Kabar Kesehatan

Sanggup Membesarkan hingga Nyambung Penis Patah, Mak Erot Pakai Apa Ya?

Tim detikHealth - detikJatim
Jumat, 22 Jul 2022 02:31 WIB
Bisnis reparasi alat vital warisan Mak Erot tetap perkasa di tengah Pandemi
Praktik pijat tradisional Mak Erot. (Foto: Syahdan Alamsyah)
Surabaya -

Pengobatan tradisional masih menjadi pilihan masyarakat. Tak terkecuali mengatasi berbagai kondisi yang oleh medis dianggap kasus serius. Salah satunya penis patah.

Haji Saepudin (63) yang mengaku sebagai penerus terapi legendaris Mak Erot mengaku melayani pasien dengan keluhan penis patah. Terapinya memang lebih lama dibanding terapi lain yang lebih populer, memperbesar penis.

Mengawali terapi memperbesar penis, misalnya, Saepudin melakukan sesi pemijatan di sekitar kaki dan alat vital. Semacam screening awal mengidentifikasi kebutuhan pasien.

"Diperiksa dulu, baru dikasih mantra alat vital, baru dikasih ramuan. Yang dimakan terong pancasona, lemang, air ramuan, lalu dioles di alat vital pakai minyak oles. Ini kan pengobatan luar dalam," kata Saepudin yang mengaku cucu tertua Mak Erot, Rabu (20/7/2022).

Tentu saja ia enggan membeberkan ramuan apa yang diberikan. Yang pasti, ia menjamin semua bahan yang digunakan adalah bahan alami.

"Itu racikan pak Haji, rahasia pak Haji. Pastinya alami, enggak disuntik. Alami dari bahan alami tanam-tanaman," bebernya.

Terapi tradisional yang diberikan Saepudin juga memiliki sejumlah pantangan. Anak Saepudin, Muhammad Dasep (33), membeberkan sejumlah hal yang wajib dihindari agar hasil terapi lebih optimal.

"Ada 3 pantangannya, pisang emas, sereh, terong ungu mentah. Kecuali sudah digoreng atau direbus boleh," tutur Dasep. "Itu seumur hidup mentah (gak boleh). Seumur hidup nggak boleh dilanggar. Kalau pantangannya dilanggar balik semula lagi, ke sini lagi. Kalo mau itu juga."

Apakah Manjur?

Dari sudut pandang medis, terapi yang diberikan Dasep dan Saepudin tentu punya sejumlah catatan. Dokter urologi dr Gampo Alam Irdam dari RSCM Kencana menjelaskan metode pijat dan urut penis dikenal sebagai jelqing dan awalnya berkembang di Timur Tengah.

"Ini dilakukan pengurutan dari dasar sampai bagian ujung penis berkali-kali dan diharapkan dapat memperbesar dan memperpanjang ukurannya," jelas dr Gampo dalam webinar online, Senin (18/7/2022).

Meski demikian hingga kini metode jelqing atau mengurut-urut penis tidak terbukti memperbesar dan memperpanjang ukuran penis secara permanen. Bahkan, ada risiko seseorang mengalami fraktur penis saat melakukan metode jelqing.

"Tapi dari beberapa data yang ada, itu tidak menimbulkan hasil yang signifikan dalam pembesaran penis, justru berisiko terjadi fraktur penis ketika ereksi dikerjakan hal tersebut," pesan dia. "Termasuk suatu tindakan yg tidak direkomendasikan untuk dikerjakan."



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)