Dokter Urologi Ungkap Ukuran Rata-rata Penis Pria Indonesia

Kabar Kesehatan

Dokter Urologi Ungkap Ukuran Rata-rata Penis Pria Indonesia

Tim detikHealth - detikJatim
Selasa, 19 Jul 2022 04:03 WIB
Close-up view of Purple eggplant wrapped with white measuring tape isolated on a yellow background. Concept of an increasing penis in men, viagra
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Jamaludin Yusup)
Surabaya -

Pernahkah Anda penasaran dengan ukuran rata-rata penis pria? Dokter Urologi menyebut bahwa ukuran penis pria Indonesia relatif lebih pendek jika dibandingkan dengan pria Afrika. Salah satu faktornya adalah genetik tinggi badan.

Hal itu diungkap oleh dr Gampo Alam Irdam dari RSCM Kencana. Dirinya menyebut bahwa sebenarnya belum ada penelitian pasti berapa ukuran normal penis pria di Indonesia. Sempat ada sejumlah riset di Surabaya dan Semarang, namun berfokus pada ukuran penis usia anak.

Meski begitu, umumnya ukuran penis pria di Indonesia sebagian besar termasuk normal. "Rata-rata panjang penis di Indonesia itu 11,6 sentimeter sampai 11,8 sentimeter dalam kondisi ereksi, itu ada beberapa data-nya," ungkap dia dalam webinar online Senin (18/7/2022) dilansir dari detikHealth.

Ia menyebut ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa memicu ukuran penis tampak kecil. Seperti kondisi penis pasca tindakan sirkumsisi. Begitu pula dengan pasien obesitas lantaran penisnya tertarik ke belakang.

Kondisi kesehatan lain yakni micropenis, umumnya terjadi karena kelainan akibat hormon sejak lahir.

"Micropenis apabila panjang penis kurang dari 7,5 sentimeter sejak diregangkan, disertai dengan tanda-tanda karena kurangnya hormon testosteron tersebut, buah zakar tidak membesar," beber dia.

Kondisi micropenis memerlukan penanganan dokter sebelum berusia dewasa. "Itu harus diperiksa ketika masih anak-anak, terapi injeksi testosteron, tapi kalau dia datangnya sudah akhir baligh, sudah tidak ada tempatnya lagi diberikan," sebutnya.

Seringnya, dalam beberapa kasus pria cenderung 'memvonis' ukuran penis mereka termasuk micropenis, sehingga memilih terapi pembesaran penis ilegal dengan risiko efek samping komplikasi.



Simak Video "Maling Motor di Surabaya Gentayangan, Nih Buktinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/iwd)