Satpol PP Segel 3 Outlet Holywings di Surabaya

Deny Prastyo Utomo, Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 28 Jun 2022 21:03 WIB
Surabaya -

Satpol PP Surabaya menyegel tiga outlet Holywings di Surabaya. Penyegelan dilakukan untuk menghentikan kegiatan sementara dan melakukan pengawasan outlet.

"Dengan adanya kasus Holywings ini pemkot akan melakukan penyegelan dan penghentian kegiatan agar tidak beroperasi sekaligus penghentian sementara kegiatan di Holywings. Satpol PP juga akan terus melakukan pengawasan," kata Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto di Holywings Gold di Jalan Basuki Rahmat, Selasa (28/6/2022).

Eddy mengatakan penyegelan dilakukan karena Holywings telah melanggar Perda No 2 tahun 2014 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Kemudian Perda no 2 tahun 2020 tentang pengendalian ketertiban umum di pasal 22 ayat 1 huruf d.

Satpol PP menyimpulkan bahwa pelanggaran Holywings adalah membuat sesuatu yang menimbulkan gangguan ketentraman. Karena itu Satpol PP menghentikan kegiatan sembari mengecek perizinan sesuai Perda 1/2010 tentang Penyelenggaraan Usaha di Bidang Perdagangan dan Perindustrian serta Perda 23/2012 tentang Kepariwisataan.

"Ketika terjadi pelanggaran terhadap perizinan, pemkot bisa melakukan pencabutan izin operasional Holywings. Makanya langkah yang kami lakukan saat ini adalah penghentian kegiatan di Holywings, sekaligus melakukan penyegelan. Sambil nanti kami lakukan pengecekan semua perizinan yang dimiliki Holywings," jelasnya.

"Kita buat 3 tim supaya agak cepat (penyegelan) di Kertajaya, Basuki Rahmat dan Pakuwon," kata Eddy.

Eddy berharap pihak pengelola juga kooperatif sehingga proses penyegelan bisa berjalan dengan lancar. Ia menyebut penutupan itu dilakukan sampai waktu yang tidak ditentukan.

"Tapi kalau misal itu nanti dari proses penelitian perizinan terjadi pelanggaran, bisa dilakukan pencabutan izin," ujarnya.

Izin yang dikeluarkan pemkot sendiri ialah izin restoran, SIUP MB. Sedangkan yang dikeluarkan Pemprov Jatim izin bar dan diskotek. Oleh karena itu pihaknya melihat terlebih dahulu, izin apa yang sudah dimiliki Holywings.

Edi mengaku pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kasatpol PP Jatim. Nantinya pihaknya akan berkomunikasi serta melakukan verifikasi dengan Dinas Pariwisata Jatim. Karena izinnya ada di Dinas Pariwisata Jatim. Jika nanti Holywings sudah buka namun melakukan pelanggaran lagi, maka diberikan sanksi lebih tinggi, yakni pencabutan izin.

Penyegelan Holywings Gold Basuki Rahmat SurabayaPenyegelan Holywings Gold Basuki Rahmat Surabaya (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)

"Kalau pelanggaran terjadi dua kali, itu bisa dilakukan pencabutan izin. Bisa langsung kami lakukan penghentian sementara, langsung kami ajukan permohonan kepada dinas terkait untuk melakukan pencabutan izin. Nanti akan keluar surat keputusan pencabutan izin," pungkasnya.

Pantauan detikJatim petugas Satpol PP Kota Surabaya menggunakan satu mobil dinas tiba di outlet Holywings Gold Basuki Rahmat sekitar pukul 19.20 WIB. Mereka sempat ditemui dua petugas keamanan sebelum melakukan penyegelan.

Outlet Holywings di Jalan Basuki Rahmat sendiri telah bersih dari tulisan plakat Holywings Gold. Tidak lama kemudian manajemen outlet Holywings tiba dan menandatangani sejumlah dokumen penyegelan serta pemasangan stiker bertuliskan pelanggaran disertai tulisan sejumlah perda. Selain itu para petugas juga memasang stiker segel serta merantai, menggembok, dan memasang Satpol PP Line.

Taufik Ramadan Manajer Outlet Holywings yang turut mendampingi proses penyegelan bersama petugas Satpol PP mengaku pihaknya belum mengetahui sampai kapan penutupan itu berlangsung.

"Waduh saya juga enggak tahu. Itu bukan kewenangan saya menjawab. Karena, kan, semua keputusan saya kembalikan kepada pemerintah kota," kata Taufik.

Taufik juga mengakui tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika akan ada penyegelan di Outlet Holywings di kawasan Jalan Basuki Rahmat.

"Pemberitahuan nggak ada. Belum (pertemuan), kita nggak pernah ketemu. Kami enggak tahu kalau memang ada penyegelan, kami cuma baca berita saja," ujar Taufik.

(dpe/iwd)