Ini Langkah Pemkot Surabaya Tanggapi Penghapusan Tenaga Honorer

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 12 Jun 2022 20:49 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan orang tua lebih memperhatikan kesehatan anak. Meski di Surabaya belum ada laporan kasus hepatitis akut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana/detikJatim/file)
Surabaya -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengeluarkan SE penghapusan tenaga honorer pada 28 November 2023. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun buka suara.

Menurut dia, nantinya tetap ada tenaga kerja seperti honorer sesuai kebutuhan di Surabaya. Yakni untuk kebutuhan survei, petugas kebersihan dan lainnya.

"Jadi nanti insyaalah kita ada sesuai yang kita butuhkan. Kalau survei langsung kontraknya sebagai survei, kalau sebagai kebersihan jalan ya kontraknya harus itu," kata Eri, Minggu (12/6/20222).

Nantinya, Pemkot Surabaya juga akan memperjuangkan kebutuhan tenaga lapangan. Sebab, jumlah ASN yang ada di Surabaya diakui terbatas dan tidak menutupi kebutuhan tenaga lapangan.

"Ini yang akan kami perjuangkan, karena ketika kami ada kebutuhan tenaga, maka harus cepat untuk membantu pelayanan publik. Termasuk kebersihan, saluran banjir, itu kan sudah kita lakukan secara swakelola. Kalau itu tidak ada, maka siapa yang jaga Surabaya dengan keterbatasan dari jumlah PNS kita?," jelas Eri.

Eri mengatakan, kebutuhan tenaga lapangan adalah salah satu cara pemkot mengurangi pengangguran di Surabaya. Bahkan, saat ini pemkot menggerakkan pemuda untuk menggunakan asetnya sebagai tempat pekerjaan baru bagi warga Surabaya.

"Jadi insyaallah kami juga akan berangkat ke Menpan-RB untuk mendiskusikan hal ini. Kami diskusikan lagi dan semoga hasil diskusi di Jakarta itu bisa memberikan hasil, dan warga Surabaya tetap bisa menjadi bagian dari Pemkot Surabaya," ujarnya.

Eri menguraikan pekerjaan administrasi di Pemkot Surabaya telah diserahkan ke PNS. Keadaan itu berbeda dengan pekerjaan lapangan. Seperti bagian kebersihan kota.

"Makanya kami mengambil untuk tenaga penyapuan jalan. Nah ini apakah termasuk honorer atau tidak, nanti kita diskusikan," urainya.



Simak Video "Sambut Baik detikjatim, Ini Harapan Walkot Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/iwd)