Kepergian Nazwa Susul Ibunya Meninggal Bawa Duka Mendalam bagi Keluarga

Tim detikJatim - detikJatim
Jumat, 20 Mei 2022 12:21 WIB
Korban kecelakaan tol mojokerto
Nazwa menyusul ibunya yang meninggal (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Hati Romadon semakin terpukul usai mendengar kabar sang adik, Nazwa meninggal dunia. Padahal, Romadon belum sepenuhnya menerima kepergian sang ibu, Maftukah menghadap Sang Pencipta akibat kecelakaan maut di Tol Surabaya-Mojokerto.

Nazwa Dwi Yuniarti menambah daftar korban meninggal kecelakaan maut bus Ardiansyah di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Siswa kelas 7 itu mengembuskan napas terakhir di RS Gatoel Mojokerto, Kamis (19/5/2022).

Kepergian Nazwa untuk selama-lamanya menambah beban kesedihan keluarga, setelah sang ibunda, Maftukah lebih dulu meninggal saat kecelakaan itu.

Romadon adalah kakak Nazwa. Berat baginya kehilangan 2 orang tercinta dalam waktu berdekatan.

Ditemui detikJatim di rumah duka, di Benowo Krajan 2, Surabaya, Romadon menceritakan kondisi Nazwa setelah kecelakaan itu. Sejak dievakuasi ke rumah sakit, kondisi Nazwa sudah kritis.

"Sudah empat hari, dari awal sudah kritis, baru diantar ke ruang ICU Senin sore," cerita Romadon, Kamis (19/5/2022).

Romadon menambahkan, selama 4 hari dirawat di rumah sakit, adiknya sama sekali tidak sadarkan diri. "Sudah tidak bisa komunikasi dari awal, sore masuk ICU, malamnya operasi. Bicara belum bisa," ujarnya.

Setelah menjalani operasi, Romadon sempat diizinkan rumah sakit untuk menjenguk adiknya. Namun, Romadon hanya bisa melihat sang adik dari balik kaca. Dia tidak bisa masuk ke dalam ruang perawatan.

"Besoknya baru bisa dilihat. Kalau buka mata belum bisa pas itu, cuma kayak gerak-gerak bisa," katanya.

Kondisi Nazwa sebenarnya sempat membaik setelah operasi. Dokter juga sudah melepaskan alat bantu pernapasan. Romadon sendiri intens berkomunikasi dengan sang bapak, Khoirul.

"Karena bapak kan ngurusi tamu di rumah, ngurusi pemakaman ibu juga. Saya komunikasi, bahwa adik kondisinya membaik. Saya juga berpikir adik saya akan sembuh dan bisa pulang ke rumah lagi," katanya.

"Tapi, tiba-tiba subuh tadi saya dipanggil perawat bahwa adik saya kritis. Saya sudah ngerasa gak enak, tiba-tiba detak jantungnya hilang, sempat dipompa tapi enggak terselamatkan. Mungkin badannya gak kuat ngerasakan sakitnya," Romadon melanjutkan.

Kehilangan 2 orang anggota keluarga bukan lah suatu hal yang mudah untuk dihadapi. Romadon berupaya tegar, meski masih belum bisa melupakan ibu dan adiknya. Dia bahkan belum sempat bertemu ibu dan adiknya.

"Pas keduanya berangkat saya masih kerja, enggak sempat pamit ke saya juga," tukasnya.

Diketahui, Nazwa meninggal setelah menjalani perawatan di ruang ICU RS Gatoel, Kota Mojokerto selama 3 hari. Warga Benowo Krajan 2, Kelurahan Benowo, Pakal, Surabaya itu meninggal sekitar pukul 03.30 WIB.

"Kemudian jam 05.30 WIB, jenazah dibawa ke RSUD untuk dilakukan visum," kata Humas RS Gatoel, Priyadi kepada detikJatim, Kamis (19/5/2022).

Setelah mengalami kecelakaan di KM 712.400A Tol Sumo, Nazwa langsung dilarikan ke RS Gatoel pada Senin (16/5/2022) pukul 06.15 WIB karena mengalami luka berat.

Nazwa didiagnosis mengalami cedera otak berat (COB) dan fraktur cruris atau patah tulang pada tungkai bawah. Kondisinya saat itu tidak sadar.

"Sejak awal masuk ICU," jelas Priyadi.

Seperti diberitakan, Bus bernopol S 7322 UW yang dikemudikan kernet merangkap sopir cadangan, Ade Firmansyah (29), menabrak tiang VMS di KM 712.400A Tol Sumo, Senin (16/5/2022). Bus mengangkut rombongan warga Benowo yang sedang dalam perjalanan pulang setelah berwisata ke Dieng, Jawa Tengah.



Simak Video "Menikmati Suasana Romantis di Wisata Air Kalimas Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/fat)