BMKG Lepas Bola Pemantau Cuaca di Pantai Popoh Tulungagung

Adhar Muttaqin - detikJatim
Kamis, 19 Mei 2022 01:03 WIB
alat pemantau cuaca
Pelepasan weather buoy di Pantai Popoh Tulungagung (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Surabaya melepas 2 alat pemantau cuaca di perairan Samudera Hindia, Tulungagung. Alat tersebut digunakan untuk kepentingan nelayan dan pelayaran.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Daryatno mengatakan, alat itu adalah weather buoy. Alat tersebut dilepas di Samudera Hindia atau sekitar 10 mil dari Pantai Popoh, Tulungagung.

"Ini merupakan alat observasi cuaca. Ada 2 alat yang kami lepas ke Samudera Hindia, alatnya akan dibiarkan mengikuti arus laut," kata Daryatno, Rabu (18/5/2022).

Pelepasan dua alat ini akan melengkapi perangkat serupa yang telah dipasang di berbagai perairan di Indonesia. Sehingga pemetaan cuaca laut yang diolah BMKG lebih akurat.

Dia menjelaskan bahwa alat yang berbentuk mirip bola tersebut dapat memantau tekanan, arus laut hingga suhu permukaan laut. Secara sistem, rekaman data itu akan dikirim ke pusat data BMKG.

"Data yang terkumpul dari buoy diolah menjadi data kondisi cuaca maritim terkini yang bermanfaat untuk para nelayan maupun pelayaran. Kondisi arusnya seperti apa, suhunya berapa bisa diketahui," ujarnya.

Selain untuk memantau cuaca, data yang dikirimkan oleh buoy juga bisa diolah untuk menganalisis keberadaan kumpulan ikan di tengah laut.

"Jadi, bisa mengetahui juga data fishing ground atau lokasi tangkapan ikan," jelasnya.

Lantas, hasil analisis yang diolah BMKG tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas maupun para nelayan melalui website resmi BMKG.

Pihaknya berharap para nelayan dapat memanfaatkan data analisis BMKG untuk memaksimalkan hasil tangkapan. Sebab, kondisi cuaca di tengah laut dapat berubah sewaktu-waktu.

"Sekarang itu sulit kalau menggunakan ilmu titen atau ilmu kebiasaan. Makanya kami BMKG menyiapkan data yang lebih akurat agar bisa dimanfaatkan oleh nelayan," ujar Daryatno.

Tidak hanya memaksimalkan hasil tangkapan nelayan, alat itu juga bisa sebagai instrumen informasi untuk keselamatan pelayaran.

"Dengan analisis cuaca yang akurat, maka nelayan bisa merencanakan, kapan waktunya melaut dan kapan tidak melaut. Melaut dengan aman dan hasil tangkapan yang maksimal," jelasnya.

Di akhir wawancara, Petugas BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan Samudera Hindia untuk tidak merusak alat tersebut. Karena memiliki fungsi vital untuk data cuaca kemaritiman.

"Jangan dirusak dan jangan diambil. Biarkan saja alat itu mengapung dan mengikuti arus laut," kata Daryatno.



Simak Video "Melihat Keseruan Balap Perahu Nelayan di Probolinggo"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/iwd)