Dinkes Jombang Ambil 4 Sampel dari Kasus Dugaan Keracunan Nasi Kotak

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 14 Mei 2022 22:40 WIB
Puluhan warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben keracunan. Dinkes Jombang menyebut, jumlah korban rawat jalan 35 orang dan 14 opname atau rawat inap.
Sampel dari kasus dugaan keracunan nasi kotak/Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Jombang -

Tim dari Dinkes Jombang mengambil 4 sampel untuk diteliti di laboratorium, agar penyebab keracunan massal di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben terungkap. Puluhan korban keracunan kali ini diduga karena menyantap makanan yang terkontaminasi bakteri.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Jombang, Haryo Purwono menjelaskan, sampel yang diambil yaitu 2 telur mentah dan air dari rumah Eka Puji Astutik alias Tutik (47), warga RT 14 RW 3 Dusun Garu, serta muntahan dan usap dubur sejumlah korban.

"Sampel sementara kami simpan di Puskesmas Kesamben. Selasa (17/5) pagi kami kirim ke BBLK (di Surabaya). Perkiraan satu minggu hasilnya keluar," jelasnya kepada wartawan di rumah Eka, Sabtu (14/5/2022).

Haryo juga menjelaskan, korban keracunan massal di Dusun Garu 49 orang. Terdiri dari 35 korban rawat jalan, 9 opname di Puskesmas Kesamben, 3 di RSI Sakinah Mojokerto, serta 1 korban di RSUD RA Basoeni Mojokerto. Para korban mengalami mual, muntah dan diare.

Ia menduga, keracunan massal dipicu makanan yang dikonsumsi para korban terkontaminasi bakteri. Namun, pihaknya menunggu hasil penelitian sampel yang akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

"Kesimpulan sementara karena kejadian dari awal makan sampai ada gejala agak panjang. Mungkin karena bakteri. Sementara karena bakteri salmonella dan streptococcus. Namun, kami menunggu hasil lab," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dusun Garu, Ahmad Mustain menuturkan, tahlil dan yasin rutin digelar di rumah Eka pada Rabu (11/5) setelah salat magrib. Peserta tahlil dan yasin saat itu sekitar 70 emak-emak warga setempat. Mereka mendapatkan nasi kotak berisi nasi, mi bihun, tahu goreng dan telur bali.

Menurutnya, setelah makan nasi kotak dari rumah Eka, puluhan warga Dusun Garu mengalami mual, muntah dan diare pada Kamis (12/5). Awalnya mereka tak menyangka mengalami keracunan. Sehingga para korban berobat sendiri-sendiri.

Kasus keracunan massal ini baru mencuat Jumat (13/5). Para korban yang belum pulih harus dilarikan ke Puskesmas Kesamben. Beberapa di antaranya dirujuk ke rumah sakit.



Simak Video "Heboh Warga Tandu Jenazah Lewat Jalan Berlumpur di Jombang"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)