Pemkab Blitar Terbitkan SE Larangan Peredaran Daging Anjing dan Kucing

Pemkab Blitar Terbitkan SE Larangan Peredaran Daging Anjing dan Kucing

Fima Purwanti - detikJatim
Sabtu, 23 Apr 2022 18:35 WIB
jagal anjing di blitar
Lokasi dugaan jagal anjing di Blitar. (Foto: Dok. Polsek Selorejo)
Blitar -

Pemkab Blitar akhirnya menerbitkan surat edaran (SE) mengenai pengawasan dan pengendalian peredaran daging anjing dan kucing. SE itu diterbitkan setelah adanya temuan dugaan jagal anjing yang ada di Kecamatan Selorejo, beberapa waktu lalu.

"Iya, untuk SE kaitannya dengan pengendalian peredaran daging anjing dan kucing sudah diterbitkan," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar drh. Nanang Miftahudin saat dikonfirmasi detikjatim, Sabtu (24/4/2022).

Nanang menyebutkan, ada beberapa poin yang disampaikan dalam surat edaran tersebut. Salah satunya adalah Pemkab Blitar melarang setiap orang atau badan melakukan kegiatan usaha peredaran atau perdagangan daging anjing dan kucing secara komersil.

"Diharapkan dengan adanya SE ini bisa mengendalikan peredaran daging anjing dan kucing, karena keduanya bukan klasifikasi pangan," jelasnya.

Selain itu, peredaran daging anjing dan kucing harus diawasi karena dapat menimbulkan masalah atau risiko terhadap kesehatan. Sebab, kedua hewan itu dikhawatirkan dapat membawa penularan penyakit zoonosis bagi yang mengonsumsinya.

"Secara hukum memang belum ada sanksi yang mengaturnya. Hanya saja kami sudah memberikan pengertian kepada seluruh jajaran OPD, camat, dan jajaran samping untuk pengawasan peredaran anjing dan kucing," imbuh Nanang.

Sebelumnya, Polres Blitar telah menaikkan kasus dugaan jagal anjing di Kecamatan Selorejo dari penyelidikan ke penyidikan. Sampai dengan saat ini kasus dugaan jagal anjing itu masih dalam proses penyidikan.



Simak Video "Detik-detik Polisi Gerebek Rumah Jagal Anjing di Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/dte)