Pengungsi Afghanistan Batal Demo ke DPRD Sidoarjo Gegara Kelelahan Longmarch

Suparno - detikJatim
Selasa, 29 Mar 2022 13:35 WIB
Demo pengungsi Afghanistan bubar sebelum sampai DPRD Sidoarjo. Mereka kelelahan dan memilih pulang naik taksi online.
WN Afghanistan balik kucing pulang Rusunawa Puspa Agro (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Ratusan pengungsi Afghanistan yang menghuni Rusunawa Puspa Agro Sidoarjo kembali turun ke jalan. Mereka menuntut agar segera dipindah ke negara ketiga.

Mereka longmarch dari Layang Waru menuju ke Gedung DPRD Sidoarjo. Dampaknya sejumlah titik macet. Tapi sebelum tiba di Gedung DPRD Sidoarjo, mereka sudah bubar.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun detikJatim, 250 pengungsi Afghanistan itu sudah bubar sejak di kawasan Buduran, Sidoarjo. Hal itu dikatakan Ps Kanit Lantas Polsek Buduran Sidoarjo Iptu Subandi saat dikonfirmasi detikJatim.

"Betul, mereka tidak meneruskan perjalanan ke DPRD Sidoarjo. Mereka kembali ke Rusunawa Puspa Agro Kecamatan Taman Sidoarjo diduga karena kecapaian," ujar Iptu Subandi, Rabu (29/3/2022).

Menurut Subandi saat ratusan pengungsi Afghanistran itu tiba di depan PT Maspion II di Kecamatan Buduran, mereka beristirahat. Polisi mengira mereka akan melanjutkan perjalanan hingga ke Kantor DPRD Sidoarjo.

"Tapi tiba-tiba saja mereka memesan taksi online dan memutuskan kembali ke tempat tinggal mereka di kawasan Puspa Agro Jemundo," kata Subandi.

Demo pengungsi Afghanistan bubar sebelum sampai DPRD Sidoarjo. Mereka kelelahan dan memilih pulang naik taksi online.Demo pengungsi Afghanistan bubar sebelum sampai DPRD Sidoarjo. Mereka kelelahan di depan Maspion II Buduran dan memilih pulang ke Puspa Agro naik taksi online. (Foto: Suparno/detikJatim)

Kini, arus lalu lintas yang sempat macet berangsur mencair. Baik di Simpang/Perempatan Gedangan hingga arus lalin menuju kantor DPRD Sidoarjo.

Sebelumnya, ratusan WN Afghanistan itu kembali melakukan demo meminta agar Organisasi Pengungsi Dunia UNHCR segera memindahkan mereka ke negara ketiga. Mereka melakukan longmarch dari Layang Waru menuju Gedung DPRD Sidoarjo. Saat melintasi Simpang/Perempatan Gedangan, kemacetan terjadi di empat penjuru.

"Dampak demo ini kemacetan di Perempatan Gedangan ini dari empat titik. Dari Surabaya ke Sidoarjo dan juga arah sebaliknya dari Sidoarjo ke Surabaya. Kemudian dari arah Sedati ke Gedangan juga terdampak. Kalau dari arah Sukodono ke Gedangan tidak terlalu sepertinya," ujar salah satu petugas kepolisian pukul 11.34 WIB.

Sebelumnya, Wahyu Tri Wibowo Kasubsi Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Surabaya menjelaskan, para pengunjuk rasa ini beberapa kali melakukan aksinya menuntut Organisasi Pengungsi Dunia UNHCR memindahkan mereka ke negara ketiga.

"Jadi selama ini memang mereka tinggal di kawasan Jemundo, tepatnya di Rusun Puspa Agro dan memang sudah belasan tahun di sana. Mereka minta dipindah ke negara ketiga, tapi itu bukan kewenangan pemerintah Indonesia, itu kewenangan UNHCR," kata Wahyu.

Pada aksinya kali ini para pengunjuk rasa itu longmarch membawa spanduk tuntutan. Untuk menghalau panas sebagian dari mereka memakai payung warna-warni. Tapi pada akhirnya cuaca terik dan rute jalan kaki yang terlalu panjang membuat mereka kelelahan.



Simak Video "Pengungsi Afghanistan di Sidoarjo Demo, Minta Dipindah ke Negara Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)