Pengungsi Afghanistan di Sidoarjo Kembali Turun ke Jalan, Lalin Gedangan Padat

Suparno - detikJatim
Selasa, 29 Mar 2022 11:21 WIB
Pengungsi Afghanistan kembali demo melakukan aksi longmarch dari Layang Waru ke arah Kantor DPRD Sidoarjo
Pengungsi Afghanistan longmarch dari Layang Waru ke arah Kantor DPRD Sidoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Ratusan pengungsi Afghanistan kembali demo meminta dipindah negara. Kali ini mereka melakukan longmarch dari Layang Waru menuju Gedung DPRD Sidoarjo melewati sejumlah ruas jalan yang biasa padat kendaraan.

Pantauan detikJatim, aksi para pengungsi Afghanistan ini lalu lintas sejak kawasan Jalan Raya Waru menuju Aloha padat merambat. Kurang lebih 250 pendemo yang melakukan aksi itu menggunakan dua lajur di Jalan Raya Waru, Rabu (29/3/2022).

Para pengunjuk rasa yang membawa banyak spanduk yang isinya pesan kepada UNHCR itu kembali membuat macet ruas Jalan Raya Aloha hendak ke Raya Waru maupun ke Raya Juanda sekitar pukul 10.27 WIB. Mereka sempat berhenti selama 15 menit di lajur paling kiri Jalan Raya Aloha menuju ke Raya Juanda sebelum rel kereta api.

Lalu lintas dari utara ke selatan atau dari Surabaya ke Sidoarjo pun padat. Sejumlah petugas kepolisian dibantu petugas TNI berupaya melakukan pengaturan agar kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut mencair saat pengunjuk rasa melakukan orasi.

Tampak di seberang rel kereta api belasan petugas TNI sudah bersiaga membuat barikade mengantisipasi para pendemo ini kembali berupaya masuk ke Jalan Raya Juanda. Terlihat pula sejumlah anjing K9 yang bersiaga sebagai bentuk warning kepada para pendemo.

Namun para pengungsi Afghanistan ini memang tidak hendak masuk Raya Juanda, mereka melanjutkan perjalanan memakai dua lajur Jalan Raya Waru hingga akhirnya mendekati perempatan Jalan Raya Gedangan sekitar pukul 10.42 WIB. Saat itu, lalu lintas kendaraan bisa dibilang luar biasa padat.

Seperti unjuk rasa sebelumnya, mereka tetap menyampaikan aspirasi yang sama. Mereka meminta dipindah ke negara ketiga karena selama belasan tahun berada di Indonesia kurang diperhatikan oleh UNHCR.

"Ini kan awalnya kami datang ke sini untuk transit saja, dijanjikan 1 atau 2 tahun akan dipindah lagi. Tapi ini sudah sampai 12 tahun, ada yang 18 tahun, kami tetap di sini dengan masa depan tidak jelas," ujar Sultan, salah satu pendemo.

Kali ini sudah ada polisi dengan mobil patroli yang mengawal longmarch. Selain itu ada juga petugas kepolisian yang menggunakan sepeda motor membantu pengaturan lalu lintas selama aksi longmarch berlangsung.



Simak Video "Pengungsi Afghanistan di Sidoarjo Demo, Minta Dipindah ke Negara Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)