Cucu Soekarno Sebut Bupati Sidoarjo Keturunan Ideologis Bung Karno

Cucu Soekarno Sebut Bupati Sidoarjo Keturunan Ideologis Bung Karno

Atta Kharisma - detikJatim
Senin, 28 Mar 2022 13:51 WIB
Pemkab Sidoarjo
Foto: Pemkab Sidoarjo
Jakarta -

Anggota DPR RI Komisi X sekaligus cucu Presiden Pertama RI Soekarno, Puti Guntur Soekarno menyebut Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) sebagai keturunan ideologis Bung Karno. Menurutnya, Gus Muhdlor memiliki pandangan dan semangat yang sama dengan kakeknya dalam membangun bangsa Indonesia.

Puti menilai langkah-langkah Gus Muhdlor dalam merawat kearifan lokal serta membangun karakter bangsa sangat sejalan dengan ajaran Bung Karno.

"Setelah berdiskusi dengan Pak Bupati tadi terutama soal local wisdom dan karakter bangsa, saya bisa menyimpulkan bahwa Pak Bupati ini sudah fasih dan sudah menjadi keturunan ideologis Bung Karno," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/3/2022).

Hal ini ia sampaikan saat memberi sambutan pada acara BISA Fest pada Minggu (27/3) di komplek situs budaya Candi Pari, Kecamatan Porong. Dalam sambutannya, Puti mengatakan pandangan kebudayaan yang dibangun Gus Muhdlor memiliki kesamaan dengan kakeknya, Soekarno.

"Gus Muhdlor tadi juga menyampaikan bahwa kita harus membangun daerah ini berlandaskan kearifan lokal. Kalau Bung Karno katakan dulu adalah character building sebuah nation harus berlandaskan local wisdom, dan ini dibangun di Kabupaten Sidoarjo," paparnya.

Ia pun yakin Gus Muhdlor memiliki satu visi besar dalam membangkitkan seni-budaya Sidoarjo. Puti menjelaskan meskipun pengembangan wisata situs Candi Pari menjadi tanggung jawab dari Kemenparekraf, semua stakeholder harus bersama-sama membangun ekosistem seni dan budaya Sidoarjo. Sehingga, dapat kembali menggeliatkan perekonomian UMKM, wisata kuliner, pokdarwis serta mendorong anak-anak muda untuk sadar wisata lewat ekosistem seni dan budaya.

"Saya tadi bicara sama Pak Bupati soal ekosistem, itu artinya harus ada gotong royong. Pak Bupati bicara soal local wisdom, local wisdom kita itu dari dulu adalah gotong royong. Mari kita bersama-sama bergotong royong membangun Sidoarjo lewat ekonomi kreatif dan budayanya," tandasnya.

Sementara itu, Gus Muhdlor menegaskan ada tiga hal yang harus dibangun untuk menghidupkan seni dan budaya. Pertama, membangun ekosistemnya.

"Soal ekosistem, ini tidak hanya dari sisi seni-budayanya, tapi juga bagaimana SDM-nya, sektor ekonomi penunjangnya, fasilitas untuk penampilan, dan sebagainya. Pemkab Sidoarjo akan terus mengembangkannya," terangnya.

Kedua, terus menumbuhkan kearifan lokal yang selama ini mulai tergerus.

"Jadi setelah dua tahun pandemi, sekarang kegiatan ruwat desa di mana-mana. Kelihatan geliatnya, wayangan, ludrukan dan kegiatan kebudayaan lainnya. Selain karena sudah dirindukan masyarakat, memang harus digencarkan. Semakin masyarakat cinta dengan kebudayaannya, kuat local wisdom-nya, punya hal yang dibanggakan dari kabupatennya. Maka akan lebih susah untuk diadu domba," ungkapnya.

Hal ketiga, lanjut Muhdlor, penguatan digitalisasinya. Aspek digital diperlukan untuk memperluas apresiasi publik kepada seni-budaya lokal.

"Termasuk penting untuk menyebarkan filosofi dan nilai-nilai seni-budaya ke publik yang lebih luas," pungkasnya.



Simak Video "Melihat Jejak Masa Muda Soekarno di Istana Gebang"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)