Gelar Rakor Transmigrasi, Mendes PDTT Minta Kolaborasi Seluruh Pihak

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 09 Mar 2022 13:25 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar.
Foto: dok. Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengadakan Rakornas Transmigrasi 2022 di Surabaya bersama dengan Disnakertrans Jatim. Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan pihaknya mendukung program yang berkaitan dengan unsur lokalitas desa.

Menurutnya, kebijakan nasional pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi tahun 2020 hingga tahun 2024, sebagaimana diamanatkan RPJMN, difokuskan pada revitalisasi kawasan transmigrasi, khususnya di 52 kawasan transmigrasi Prioritas Nasional.

"Keberhasilan pelaksanaan kebijakan revitalisasi kawasan transmigrasi ini, sudah pasti tidak bisa dicapai dan ditentukan sendiri oleh Kemendes PDTT, butuh kolaborasi dengan banyak pihak, baik dengan kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, maupun swasta," kata Halim di Hotel Vasa Surabaya, Rabu (9/3/2022).

Abdul Halim mengatakan Kemendes PDTT berkomitmen melaksanakan Amanat Perpres Nomor 50 Tahun 2018 tentang Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi. Dalam proses revitalisasi pihaknya mengacu pada Perpres Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

"Dalam Perpres tersebut menekankan tentang no one left behind. Pada prinsipnya, pembangunan harus bersifat inklusif tanpa satu orang pun yang tertinggal dalam aktivitas pembangunan. Upaya terpadu tersebut dikemas dalam SDGs Desa. SDGs Desa memiliki 18 tujuan dan 222 indikator sasaran yang mencakup aspek kewargaan, kewilayahan, serta kelembagaan desa," terangnya.

Mantan Ketua DPRD Jatim ini mengatakan peningkatan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya bisa diwujudkan melalui penyediaan kesempatan kerja dan peluang usaha. Selain itu, bisa juga melalui pemberian hak milik atas tanah, pemberian bantuan permodalan, juga bantuan sarana-prasarana, sarana produksi, fasilitasi pengurusan administrasi dengan badan usaha, peningkatan pendapatan, pendidikan dan pelatihan, pelayanan kesehatan, pemantapan ideologi, mental spiritual, dan sosial budaya.

"Pencapaian tujuan ini secara langsung akan berkontribusi pada pencapaian SDGs Desa poin ke satu sampai delapan. Serta SDGs Desa poin ke-18," katanya.

Halim memaparkan tujuan penyelenggaraan transmigrasi kedua, yaitu peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah. Hal itu diwujudkan melalui pembangunan pusat, pertumbuhan wilayah baru, atau mendukung pusat pertumbuhan wilayah yang sudah ada atau yang sedang berkembang. Secara langsung, pencapaian tujuan ini, juga menjadi bagian dari pencapaian SDGs Desa poin ke-9, ke-12, serta SDGs Desa poin ke-17.

"Tujuan yang ketiga, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, diwujudkan melalui pengelolaan temu budaya, tata nilai dan perilaku transmigran, termasuk nilai yang mendukung SDGs Desa poin ke-10, ke-16, dan ke-18," tambah Halim.

Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigraai (PPKTrnas), Aisyah Gamawati menyatakan, Rakornas ini akan diselenggarakan selama tiga hari. Output atau keluaran dari kegiatan ini antara lain usulan program kegiatan tahun 2023 yang tersinkronisasi antara pusat dan daerah.

"Termasuk kontribusi daerah dalam bentuk sharing APBD untuk program transmigrasi MoU dan PKB yang telah ditandatangani dan berita acara kesepakatan lintas kementerin atauembaga untuk berkolaborasi dalam rangka membangun dan mengembangkan kawasan transmigrasi sebagai implementasi Perpres 50 tahun 2018, lengkap dengan jadwal pelaksanaannya," jelas Aisyah.

Dalam Rakornas ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Desa PDTT dengan beberapa institusi. Di antaranya menggandeng Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) untuk pembinaan di wilayah transmigrasi, utamanya soal upaya menangkal deradikalisasi.

Kemendes juga meneken PKB dengan Fatayat dan Muslimat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sementara, Gubernur Jatim yang diwakili Pj Sekdaprov Wahid Wahyudi menyampaikan dukungan Pemprov dalam penyelenggaraan transmigrasi. Menurut Wahid, telah banyak warga transmigran yang berasal dari Jatim yang sukses menjadi transmigran di lokasi-lokasi permukiman transmigrasi.

Olehnya, diharapkan agar alokasi Provinsi Jatim bisa ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang dan siap mendukung dengan anggaran APBD Provinsi Jatim dalam penyelenggaraan pembangunan Transmigrasi.



Simak Video "Melihat Keseruan Balap Perahu Nelayan di Probolinggo"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)