Kasus Selokan Halangi Akses Jalan di Magetan Berakhir Happy Ending

Tim detikJatim - detikJatim
Senin, 14 Feb 2022 07:37 WIB
selokan halangi akses jalan rumah di magetan
Warga kerja bakti menguruk selokan yang halangi akses jalan (Foto: Sugeng Harianto)
Surabaya -

Hubungan Sungkono dan dua tetangganya Partini dan Jumadi PB renggang gegara selokan. Mereka memilih caranya sendiri-sendiri karena tak kunjung ada kesepakatan dari tiga keluarga di Dusun Belud, Desa Sukowidi, Kartoharjo, Magetan, tersebut.

Akses jalan rumah Partini dan Jumadi PB terhalangi lubang selokan sepanjang sekitar 3 meter. Selokan yang berupa cangkulan tanah masih baru tersebut mempunyai kedalaman sekitar 50 cm.

Ketua RT Sugito mengatakan perseteruan tiga keluarga tersebut berawal saat Partini dan Jumadi mengeluhkan aroma tidak sedap dari kotoran sapi yang dibuang Sungkono. Meski Sungkono membuang kotoran sapi di tanah miliknya sendiri namun saat hujan, kotoran itu terbawa air masuk ke selokan di seberang jalan rumah Partini dan Jumadi.

"Itu awalnya soal pembuangan kotoran sapi oleh Pak Sungkono yang meski di tanahnya tapi dekat dengan rumah Partini dan Jumadi. Saat hujan, kotoran mengalir ke selokan dan menimbulkan bau," kata Sugito kepada detikJatim, Jumat (12/2/2022).

Sugito menjelaskan terkait bau yang ditimbulkan pembuangan kotoran sapi, pihak Partini dan Jumadi sudah meminta baik-baik agar kotoran sapi dibuang di sebelah timur yang tidak dekat rumahnya. Namun Sungkono menolak dengan dalih pembuangan kotoran sapi masih di tanahnya sendiri.

"Pihak Partini dan Jumadi sudah meminta baik-baik agar kotoran sapi dibuang di sebelah timur yang jauh dari rumah tetangga. Tapi pihak Pak Sungkono keberatan katanya tanahnya sendiri," terang Sugito.

Perselisihan terkait pembuangan kotoran sapi juga dibenarkan oleh Partini. Namun pihaknya sudah pasrah atas sikap Sungkono yang membuat galian di akses jalan dan dijadikan selokan.

"Memang betul kemarin berawal seperti yang diceritakan pak RT itu. Atas adanya bau dari kotoran sapi kalau hujan terbawa air masuk selokan depan rumah saya. Itu di depan kotorannya persis depan teras saya," papar Partini.

Partini mengaku terkait bau kotoran tersebut dirinya dan Jumadi menutup selokan dengan tanah Hinga memicu Sungkono membuat selokan melintang jalan. Bahkan saat pihaknya dan Jumadi mau memasang gorong-gorong tidak diperbolehkan oleh Sungkono.

selokan halangi akses jalan warga magetanWarga kerja bakti menguruk selokan yang halangi akses jalan/Foto file: Sugeng Harianto

"Karena selokan kemasukan kotoran sapi dan bau saat hujan saya dan Pak Jumadi menguruk Selokan dan memasang pagar memanjang hingga menutup tanah milik saudara Pak Sungkono itu. Hingga akhirnya jalan digali dibuat selokan ini," ucap Partini.

Partini dan Jumadi enggan melewati jalan itu meski bisa dilewati dengan berjalan kaki. Mereka lebih memilih memutar lewat jalan sawah yang berjarak 1 KM dari jalan utama. Jarak yang cukup jauh bila dibandingkan dengan lewat jalan yang terhalang selokan yang hanya 300 meter dari jalan utama.

Warga juga bersimpati kepada Partini dan Jumadi. Mereka mengumpulkan tanah dan menguruk jalan persawahan agar lebih mudah dilewati Partini dan Jumadi. Mediasi sendiri gagal dilakukan karena Sungkono tak pernah hadir dalam setiap mediasi yang digelar baik oleh desa maupun polisi.

Perseteruan tiga tetangga soal selokan di Dusun Belud, Desa Sukowidi, Kartoharjo, Magetan akhirnya berakhir. Selokan yang dibuat Sungkono itu telah diuruk dan akses jalan kembali bisa dilewati oleh Partini dan Jumadi PB.

"Ayo-ayo kerja," teriak warga yang gotong royong menutup selokan, Minggu (13/2/2022).

Penutupan selokan yang dilakukan oleh puluhan warga disambut senang oleh keluarga Partini dan Jumadi PB.

"Alhamdulillah kalau Pemkab dan desa dan Camat sudah turun tangan. Jalan sudah dibuka dan bisa dilalui orang banyak," terang Partini.

Sekretaris Desa Sukowidi, Ratna menjelaskan bahwa polemik sengketa jalan RT ini sudah berlangsung sudah sejak tiga kepala desa. Baru kades saat ini bisa menyelesaikan permasalahan akses terhalang selokan.

"Sudah temurun tiga kades infonya karena saya juga baru dan alhamdulillah ini disaksikan TNI dan Polri warga telah gotong royong menutup selokan," terang Ratna.



Simak Video "Waduh, Akses Jalan Perumahan di Cianjur Ditembok Pemilik Tanah"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)