Saat Selokan Bikin Hubungan Tiga Tetangga di Magetan Renggang

Tim DetikJatim - detikJatim
Sabtu, 12 Feb 2022 09:09 WIB
selokan halangi akses jalan rumah di magetan
Selokan yang halangi jalan Partini dan Jumadi (Foto: Sugeng Harianto)
Magetan -

Selokan membuat hubungan Sungkono dan dua tetangganya Partini dan Jumadi PB renggang. Mereka akhirnya memilih caranya sendiri-sendiri karena mediasi yang gagal.

Akses jalan rumah Partini dan Jumadi PB terhalangi lubang selokan sepanjang sekitar 3 meter. Selokan yang berupa cangkulan tanah masih baru tersebut mempunyai kedalaman sekitar 50 cm. Aroma tak sedap juga muncul dari selokan tersebut. Selokan yang melintang di akses jalan itu dibuat oleh Sungkono pada Selasa (8/2).

Ketua RT setempat Sugito mengatakan perselisihan tiga keluarga tersebut berawal saat keluarga Partini dan Jumadi mengeluhkan aroma tidak sedap dari kotoran sapi yang dibuang oleh Sungkono. Meski Sungkono membuang kotoran sapi di tanah miliknya sendiri namun saat hujan, kotoran itu terbawa air masuk ke selokan di seberang jalan rumah Partini dan Jumadi.

"Itu awalnya soal pembuangan kotoran sapi oleh pak Sungkono yang meski di tanahnya tapi dekat dengan rumah Partini dan Jumadi. Saat hujan, kotoran mengalir ke selokan dan menimbulkan bau," kata Sugito kepada detikJatim, Jumat (12/2/2022).

akses jalan warga magetan terhalang selokanJalan persawahan yang diuruk warga untuk akses Partini dan Jumadi (Foto: Sugeng Harianto)

Sugito menjelaskan terkait bau yang ditimbulkan pembuangan kotoran sapi, pihak Partini dan Jumadi sudah meminta baik-baik agar kotoran sapi dibuang di sebelah timur yang tidak dekat rumahnya. Namun Sungkono menolak dengan dalih pembuangan kotoran sapi masih di tanahnya sendiri.

"Pihak Partini dan Jumadi sudah meminta baik-baik agar kotoran sapi dibuang di sebelah timur yang jauh dari rumah tetangga. Tapi pihak pak Sungkono keberatan katanya tanahnya sendiri," terang Sugito.

Perselisihan terkait pembuangan kotoran sapi juga dibenarkan oleh Partini. Namun pihaknya sudah pasrah atas sikap Sungkono yang membuat galian di akses jalan dan dijadikan selokan.

"Memang betul kemarin berawal seperti yang diceritakan pak RT itu. Atas adanya bau dari kotoran sapi kalau hujan terbawa air masuk selokan depan rumah saya. Itu didepan kotorannya persis depan teras saya," papar Partini.

Partini mengaku terkait bau kotoran tersebut dirinya dan Jumadi menutup selokan dengan tanah Hinga memicu Sungkono membuat selokan melintang jalan. Bahkan saat pihaknya dan Jumadi mau memasang gorong-gorong tidak diperbolehkan oleh Sungkono.

"Karena selokan kemasukan kotoran sapi dan bau saat hujan saya dan pak Jumadi menguruk Selokan dan memasang pagar memanjang hingga menutup tanah milik saudara pak Sungkono itu. Hingga akhirnya jalan digali dibuat selokan ini," ucap Partini.

Partini dan Jumadi enggan melewati jalan itu meski bisa dilewati dengan berjalan kaki. Mereka lebih memilih memutar lewat jalan sawah yang berjarak 1 km dari jalan utama. Jarak yang cukup jauh bila dibandingkan dengan lewat jalan yang terhalang selokan yang hanya 300 meter dari jalan utama.

Warga juga bersimpati kepada Partini dan Jumadi. Mereka mengumpulkan tanah dan menguruk jalan persawahan agar lebih mudah dilewati Partini dan Jumadi. Mediasi sendiri gagal dilakukan karena Sungkono tak pernah hadir dalam setiap mediasi yang digelar baik oleh desa maupun polisi.



Simak Video "Akses Jalan di Duren Sawit Jaktim Ditutup Tembok, Ini Penampakannya"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)