Pemkab Magetan Turun Tangan Mediasi Soal Selokan Halangi Jalan, Apa Hasilnya?

Sugeng Harianto - detikJatim
Sabtu, 12 Feb 2022 14:08 WIB
selokan halangi akses jalan
Mediasi soal selokan yang digelar camat (Foto: Sugeng Harianto)
Magetan -

Pemkab Magetan turun tangan soal perseteruan warga gegara selokan yang menghalangi akses jalan di Dusun Belud, Desa Sukowidi, Kartoharjo. Camat telah memanggil semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Ini kita bersama Pemkab Magetan melalui Camat memanggil semua pihak dan kita kumpulkan di kantor desa," ujar Kepala Desa Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, Tarmuji saat dikonfirmasi detikJatim Sabtu (12/2/2022).

Pemanggilan semua pihak yang menyebabkan jalan terhalang selokan, kata Tarmuji, untuk memberikan mediasi. Mediasi dilakukan baik Sungkono pembuat selokan serta Partini dan Jumadi PB agar segera berdamai.

"Kita mediasi kembali setelah kemarin gagal. Insyaallah kita sudah ada kesepakatan untuk membuka lagi akses jalan yang terhalang selokan," kata Tarmuji.

Tarmuji menambahkan bahwa masing-masing pihak saat di kantor desa sudah sepakat dan selokan yang dibangun menutup akses jalan akan diuruk. "Kita sudah selesaikan mungkin besok kerja bakti menguruk selokan yang menghalangi akses jalan. Semoga besok tidak memanas lagi," tandasnya.

Sebelumnya, akses jalan rumah Partini dan Jumadi PB terhalangi lubang selokan sepanjang sekitar 3 meter. Selokan yang berupa cangkulan tanah masih baru tersebut mempunyai kedalaman sekitar 50 cm.

Aroma tak sedap juga muncul dari selokan tersebut. Selokan yang melintang di akses jalan itu dibuat oleh Sungkono pada Selasa (8/2).

Ketua RT setempat Sugito mengatakan perselisihan tiga keluarga tersebut berawal saat keluarga Partini dan Jumadi mengeluhkan aroma tidak sedap dari kotoran sapi yang dibuang oleh Sungkono. Meski Sungkono membuang kotoran sapi di tanah miliknya sendiri namun saat hujan, kotoran itu terbawa air masuk ke selokan di seberang jalan rumah Partini dan Jumadi.

"Itu awalnya soal pembuangan kotoran sapi oleh pak Sungkono yang meski di tanahnya tapi dekat dengan rumah Partini dan Jumadi. Saat hujan, kotoran mengalir ke selokan dan menimbulkan bau," kata Sugito kepada detikJatim, Jumat (12/2/2022).



Simak Video "Blokade TPST Piyungan Dibuka, Truk Sampah Boleh Masuk"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)