Terobos Banjir, Polisi di Lamongan Salurkan Bantuan Langsung ke Warga

Eko Sudjarwo - detikJatim
Sabtu, 29 Jan 2022 14:38 WIB
Polisi terobos banjir di Lamongan.
Polantas Peduli terobos banjir di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Sejumlah kawasan di Bengawan Njero, Lamongan masih terendam banjir. Akibatnya akses jalan di sejumlah desa menjadi terisolir.

Salah satu kawasan terparah berada di Desa Gambuhan, Kecamatan Kalitengah. Untuk menjangkau, satu-satunya transportasi yang bisa digunakan adalah perahu. Sebab air masih merendam akses jalan setinggi 30 cm lebih.

"Semua akses jalan poros desa terendam banjir," kata Kepala Desa Gambuhan Mohammad Yasin kepada wartawan, Sabtu (29/1/2022).

Menurut Yasin, selain merendam jalan, banjir juga membuat 65 rumah warga ikut terdampak. Ia menyebut banjir ini kerap datang setiap tahun.

Karena itu, lanjut Yasin, sejumlah warga telah mengantisipasi dengan meninggikan bangunan rumah. Tak hanya rumah, banjir juga merendam tambak milik warga.

"Tambak juga ikut terendam banjir akibat luapan Bengawan Njero ini," ujar Yasin.

Kondisi ini membuat polisi di Lamongan tergerak untuk membantu. Melalui aksi Polantas Peduli, mereka terjun langsung menyambangi desa yang terisolir. Aksi ini dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Lamongan AKP Aristianto Budi Sutrisno.

Budi mengatakan dalam aksi ini pihaknya hadir untuk menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir. Untuk menjangkau tempat-tempat terisolir ini, anggota harus menerobos banjir dengan perahu sejauh 4 km.

Selain sembako untuk warga terdampak banjir, anggota Satlantas Polres Lamongan ini juga membagikan masker dan mengimbau agar masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19. Polisi juga tak berhenti mengingatkan masyarakat vaksinasi COVID-19.

"Kami dari Satlantas Polres Lamongan dengan program Polantas Peduli menyambangi desa yang terisolir akibat banjir. Kita memberikan semangat kepada warga dan memberikan sedikit bantuan untuk meringankan beban mereka serta mengimbau untuk tetap taat protokol kesehatan," ujar Aris.

"Untuk mencapai beberapa lokasi di desa Gambuhan akses jalan tidak bisa menggunakan roda dua maupun roda empat, tetapi menggunakan perahu karena ketinggian air mulai dari 30 cm sampai dengan di atas lutut orang dewasa," terang Aristianto.

Selaku kepala desa, Yasin mengucapkan terima kasih atas bantuan dari aksi Polantas Peduli yang diberikan warganya. Ia juga mengapresiasi aksi polisi yang rela menerobos banjir demi menyalurkan bantuan secara langsung.

"Terima kasih atas kehadiran bapak-bapak polisi di Desa Gambuhan yang kondisinya sedang kena banjir, terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada kami," kata Yasin.

Terpisah, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana menyebut, kegiatan Polantas Peduli merupakan refleksi dari Nawacita, yakni negara hadir di tengah masyarakat. Aksi polisi menerobos banjir untuk memberikan bantuan ini, menurut Miko, sebagai bentuk simpati anggota kepada warga yang terkena banjir.

"Saya perintahkan kepada anggota saya untuk tidak segan turun berdampingan dengan masyarakat serta hadir membantu setiap kebutuhan masyarakat," tegas Miko.



Simak Video "Banjir Rob Terjang Pantai Utara Probolinggo, Warga Pesisir Diminta Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)