Pengunjung Wisata Jalan Tunjungan Akan Dibatasi Cegah Lonjakan COVID-19

Esti Widiyana - detikJatim
Sabtu, 29 Jan 2022 09:35 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi/Foto file: Esti Widiyana
Surabaya -

Lonjakan kasus COVID-19 diprediksi akan terjadi pada Februari dan Maret 2022. Pemkot Surabaya akan mencegah itu terjadi dengan membatasi keramaian di Jalan Tunjungan.

Kasus COVID-19 aktif di Surabaya per Jumat (28/1/2022) mencapai 156. Bed occupancy rate (BOR) RS di Kota Pahlawan terbilang masih aman.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta warga tidak khawatir. Sebab, sejak awal pihaknya terus berusaha menekan angka penyebaran COVID-19 di Kota Pahlawan.

"BOR kita saat ini juga 1,92 persen. Kalau kita ini kurang dari 60 persen, maka kita ini dikatakan level 1. Berarti masih banyak (BOR), karena setiap rumah sakit diwajibkan menyediakan tempat tidur untuk COVID-19," kata Eri saat ditemui detikJatim, Jumat (28/1/2022).

Selain itu, ia juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya untuk melakukan tracing dengan perbandingan minimal 1:23. Menurut dia, apabila terjadi kenaikan kasus, itu karena pihaknya melakukan tracing secara masif untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Semakin banyak tidak apa-apa, kita obati. Tapi kalau kita terlambat dan tidak melakukan tracing tepat dan testing yang cepat, maka ini akan menjadi bom waktu," ujarnya.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Eri tidak ingin terjadi lonjakan kasus COVID-19. "Tidak ada swab hunter, swab massal, dan tidak ada testing yang masif, akhirnya meledak. Ini yang saya tidak mau, sekarang kita masifkan testing dan tracing, nanti setelah itu baru kita treatment," jelasnya.

Mengenai perkiraan lonjakan kasus COVID-19 pada Februari dan Maret mendatang, ia mengaku telah menyiapkan strategi. Salah satunya adalah membatasi keramaian di Kota Surabaya, seperti wisata Jalan Tunjungan.

"Saya minta Linmas untuk menghitung terkait kapasitas Tunjungan dan setiap pintu yang menuju Tunjungan itu pasti akan dijaga oleh Satpol PP dan Linmas. Kemudian, seminggu ini pertunjukan musik dikurangi, untuk mengurangi keramaian," katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan asesmen, dengan harapan pada awal Februari pembatasan pengunjung bisa segera diterapkan.

"Ini juga masih dilakukan asesmen terkait kapasitas jumlahnya (pengunjung) berapa dan juga pemain seninya ada berapa. Jadi nanti Februari kita sudah terapkan untuk mengantisipasi (prediksi lonjakan COVID-19) Februari dan Maret itu," pungkasnya.



Simak Video "Rekap Kasus Covid-19 Sepekan RI: Perlahan Angka Kasus di Bawah 2 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)