Warga di Bojonegoro Gotong Royong Perbaiki Tanggul Jebol

Ainur Rofiq - detikJatim
Minggu, 23 Jan 2022 16:09 WIB
tanggul jebol di bojonegoro diperbaiki
Tanggul jebol ancam sawah diperbaiki (Foto: Ainur Rofiq/detikcom)
Bojonegoro -

Tanggul jebol di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, usai air di Kali Kapur meluap. Akibatnya, ratusan hektar sawah milik petani terancam.

Untuk mencegah air menerjang dan merendam sawah, warga dan petani setempat bergotongroyong menambal tanggul. Mereka menargetkan perbaikan tanggul bisa rampung hari ini.

Kades Kedungprimpen, Arumanto mengatakan perbaikan tanggul dilakukan secara manual. Perbaikan itu diharapkan bisa selesai hair ini. Sebab jika tidak sawah petani yang akan panen tengah terancam jika tak secepatnya diperbaiki.

"Ini masih kerja bakti dengan para sedulur tani. Semoga hari ini bisa selesai dibenahi agar sawah bisa aman karena sebentar lagi panen. Penambalan masih menggunakan manual. Dengan karung berisi tanah ditumpuk disepanjang tanggul yang jebol," kata Arumanto kepada detikJatim, Minggu (23/1/2022).

Menurut Arumanto, tanggung yang jebol diketahui sepanjang 10 hingga 15 meter. Surutnya air di sungai juga akan turut membantu perbaikan lebih cepat.

"Untuk air sudah mulai surut di sekitar tanggul yang jebol. Kerusakan pada tanaman juga terjadi," ujar Arumanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Bojonegoro Erick FIrdaus mengaku telah memantau tanggul yang jebol. Dari hasil pengamatan, setidaknya ada 3 titik lokasi jebolnya tanggul. Saat ini tim dari Dinas Sumber Daya Air juga telah melakukan normalisasi sungai.

"Ini tadi sudah kita cek di lokasi tanggul yang jebol. Ada dua atau tiga titik spot yang jebol. Secepatnya akan kita lakukan normalisasi dulu. Karena tanggul yang semestinya lebar tiga meter, saat ini hanya tinggal 1 meter hingga 1,5 meter. Sehingga jika terjadi luapan air dipastikan cepat jebol," kata Erick.

Sebelumnya, tanggul Kali Apur di Desa Kedung Primpen, Kecamatan Kanor, hingga malam tadi masih jebol. Ada 300 hektare sawah siap panen yang terancam rusak.
"Sampai malam tadi masih belum bisa tertutup yang jebol tanggulnya. Salah satunya karena ada pohon di tengah luapan air sehingga warga kesulitan nutup dengan sesek maupun karung tanah," ujar Kades Kedung Primpen, Arumanto kepada detikJatim, Minggu (23/1/2022).



Simak Video "Kepanikan Saat Banjir Rob Terjang Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)