Tanggul Jebol, 300 Hektare Sawah Siap Panen di Bojonegoro Terancam Rusak

Ainur Rofiq - detikJatim
Minggu, 23 Jan 2022 09:46 WIB
Tanggul Kali Apur di Desa Kedung Primpen, Kecamatan Kanor, hingga malam tadi masih jebol. Ada 300 hektare sawah siap panen yang terancam rusak.
Tanggul jebol di Bojonegoro/Foto: Istimewa
Bojonegoro -

Tanggul Kali Apur di Desa Kedung Primpen, Kecamatan Kanor, hingga malam tadi masih jebol. Ada 300 hektare sawah siap panen yang terancam rusak.

"Sampai malam tadi masih belum bisa tertutup yang jebol tanggulnya. Salah satunya karena ada pohon di tengah luapan air sehingga warga kesulitan nutup dengan sesek maupun karung tanah," ujar Kades Kedung Primpen, Arumanto kepada detikJatim, Minggu (23/1/2022).

Menurutnya, jika tanggul yang jebol tidak segera teratasi, ada 300 hektare sawah siap panen di Desa Kedung Primpen, Puncangarum, Pomahan dan Karangdayu terancam rusak.

"Kalau 300 hektare yang terancam gagal panen ada ini, kalau sampai ke arah timur," imbuhnya.

Warga belum mendapat bantuan untuk mengatasi tanggul jebol sepanjang 10 meter itu. Warga sudah berupaya mengatasi tanggul jebo menggunakan bambu hingga karung. Namun belum teratasi.

"Adanya kejadian tanggul jebol di Kedung Primpen saat ini belum ada bantuan apa-apa. Kita punya sisa yang lalu sekitar 200 lembar dari BPBD, sudah kita pakai di lokasi dan masih kurang banyak. Ini yang kita butuhkan isinya karung, pasir atau tanah. Ini pokoknya kita berusaha," ujar Arumanto.

Ratusan warga bahu-membahu berusaha agar tanggul bisa dibendung. Agar para petani bisa panen.

"Durung oleh (belum dapat) bantuan Pak. Wes dilaporno ning durung ono opo-opo (Sudah dilaporkan namun belum ada apa-apa)," ujar salah seorang warga.



Simak Video "Kepanikan Saat Banjir Rob Terjang Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)