Selain Warga, Ada Nakes di Magetan Dapat Akta Kematian Meski Masih Hidup

Sugeng Harianto - detikJatim
Sabtu, 22 Jan 2022 11:51 WIB
Suparlan penerima akta kematian dirinya.
Suparlan (60), warga Magetan/Foto: Sugeng Harianto
Magetan -

Suparlan (60), warga Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo mendapat akta kematian meski masih hidup. Seorang nakes juga mengalami hal yang sama.

"Ada warga lain di Magetan juga terima surat akta kematian," ujar Kepala Dispendukcapil Magetan, Hermawan saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (22/1/2022).

Warga lain tersebut, kata Hermawan, adalah seorang tenaga kesehatan (nakes). Nakes tersebut bertugas di Puskesmas Tebon, Kecamatan Barat, Magetan.

Hermawan mengaku tidak hafal nama nakes tersebut. Namun ia menegaskan, dua warga yang mendapat akta kematian tidak usah khawatir. Dispendukcapil telah mengaktifkan kembali data kependudukan yang bersangkutan.

"Dengan diaktifkannya data kependudukan milik Suparlan dan salah satu nakes tersebut, dipastikan yang bersangkutan tidak akan mengalami permasalahan terkait data kependudukan dalam mengurus dokumen," papar Hernawan.

Bupati Magetan H Suprawoto mengatakan, masalah akta kematian Suparlan sudah clear. Itu murni kesalahan input data atau human error.

"Human error, dan sudah dikunjungi dan dijelaskan duduk masalahnya dan sekaligus minta maaf oleh Kadispendukcapil Magetan. Sudah clear," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Magetan dr Rohmat Hidayat juga menjelaskan, kemungkinan ada kesalahan waktu input data di NAR. "Karena dulu sebelum ada kebijakan auto rilis setiap hari kita melaporkan kasus konfirmasi (COVID-19), yang sembuh dan meninggal dunia ke Provinsi secara manual. Waktu itu yang menginput di NAR bukan kita," jelas Rohmat.



Simak Video "Ada yang Buat WHO Meragu soal Sirkulasi Covid-19 di Dunia Saat Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)