PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) menyampaikan hak jawabnya terkait berita pemugaran stupa Candi Borobudur yang tayang Senin (5/10/2026). Mereka keberatan dengan penggunaan diksi akses yang dibatasi.
Berikut ini hak jawab yang disampaikan oleh perusahaan tersebut kepada detikJateng:
Sehubungan dengan pemberitaan https://www.detik.com/jateng/wisata/d-8692840/stupa-induk-dipugar-akses-wisatawan-naik-candi-borobudur-dibatasi , PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) menyampaikan hak jawab sekaligus permohonan untuk melakukan penyesuaian terhadap penggunaan diksi dalam pemberitaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara langsung dengan Direksi PT TWC di kawasan Candi Borobudur pada 5 Oktober 2026, tidak pernah disampaikan secara verbal bahwa akses wisatawan "dibatasi". Penjelasan yang disampaikan mengenai rekayasa alur dan pengaturan kunjungan. Adapun kutipan langsung Direksi PT TWC sebagai berikut:
"Ada rekayasa para pengunjung yang naik ke atas candi. Memang untuk pengunjung reguler maksimal bisa ke lantai 8. Untuk program sunrise sunset di lantai 9. Pemugaran di lantai 10. Supaya pekerjaan pemugaran ini berjalan dengan baik, tidak terganggu visitor yang naik ke atas."
Istilah "dibatasi" berpotensi memberikan pemaknaan pengurangan atau penutupan akses wisatawan secara umum ke Candi Borobudur. Sementara, kondisi yang berlangsung merupakan pengaturan alur kunjungan berdasarkan zona atau lantai yang dapat diakses, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan wisatawan, serta kelancaran proses pemugaran.
PT TWC memandang pemilihan diksi dalam pemberitaan perlu dilakukan secara kontekstual. Oleh karena itu, kami memohon kepada Redaksi Detik.com untuk mempertimbangkan penyesuaian penggunaan kata "dibatasi" menjadi "rekayasa alur kunjungan" atau "pengaturan kunjungan", yang lebih objektif dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Demikian hak jawab ini kami sampaikan. Kami menghargai kerja sama serta komitmen Detik.com dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat.
Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
(ahr/dil)
