Jembatan Kaca Tinjomoyo di Kota Semarang menjadi salah satu destinasi baru yang menawarkan pengalaman memacu adrenalin. Namun, sejumlah wisatawan yang berniat liburan kecele saat mendatangi wisata Jembatan Kaca Tinjomoyo karena wahana itu masih tutup.
Pantauan detikJateng di Jembatan Kaca Tinjomoyo yang berada di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, itu ternyata belum dibuka untuk umum. Namun, sudah ada beberapa wisatawan yang berjalan-jalan di bawah jembatan.
Salah satunya wisatawan asal Pati, Adinda Dwi (18). Ia datang bersama teman-temannya dengan harapan bisa menikmati jembatan kaca yang sempat ramai diperbincangkan. Namun setibanya di lokasi, pengunjung hanya diperbolehkan melihat dari area bawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya ingin healing-healing aja, nyari tempat wisata yang tenang. Pas tahu ada jembatan kaca di sini, pengin lihat sekalian. Tapi ternyata belum boleh naik," kata Adinda kepada detikJateng di lokasi, Kamis (1/1/2026).
Meski demikian, Adinda mengaku masih bisa menikmati suasana alam Tinjomoyo yang sejuk dan asri. Menurutnya, kawasan tersebut cocok bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan di tengah Kota Semarang, dibandingkan tempat wisata yang ramai.
"Kalau ke tempat kayak Kota Lama pasti ramai banget. Di sini lebih tenang, adem, pemandangannya masih alami," ujarnya.
Hal serupa dialami wisatawan asal Salatiga, Yasmin (18). Ia mengaku datang ke Tinjomoyo setelah menemukan lokasi tersebut melalui aplikasi Google Maps. Yasmin memilih mencari destinasi wisata terdekat, karena tidak pulang kampung saat libur Tahun Baru.
"Iseng nyari di maps, kelihatannya bagus dan sejuk. Tapi pas sampai sini ternyata jembatan kacanya masih tutup," katanya.
Meski kecele, Yasmin tetap tertarik dengan wahana tersebut. Ia menilai jembatan kaca Tinjomoyo tampak menantang.
"Kelihatannya serem tapi seru juga. Menantang adrenalin. Pengen lihat-lihat dulu sih kayak gimana," ucapnya.
Suasana Objek Wisata Jembatan Tinjomoyo di kawasan hutan Tinjomoyo, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (1/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Yasmin yang berjalan-jalan di sekitar sungai di bawah jembatan itu juga menyoroti kondisi kawasan wisata yang dinilai masih belum tertata rapi. Mulai dari akses jalan, area parkir, hingga penataan pedagang di sekitar lokasi.
"Penataannya masih kelihatan belum rapi. Mungkin nanti kalau sudah benar-benar dibuka, harapannya bisa lebih ditata lagi," harapnya.
Para pengunjung yang tak bisa menaiki jembatan kaca itu akhirnya berfoto di Jembatan Tinjomoyo dengan latar belakang sungai dan perbukitan yang asri.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar, yang tengah berada di lokasi membenarkan wisata Jembatan Kaca Tinjomoyo belum dibuka penuh meski sempat menjalani soft opening pada November lalu.
"Harapan kami sebenarnya Desember atau awal Januari sudah buka, awal Januari khususnya. Tapi karena semalam hujan, sementara kita tutup dulu untuk pembersihan," kata Samsul.
Ia menjelaskan penutupan sementara dilakukan demi keselamatan pengunjung. Sebab, kondisi jembatan yang tinggi dan berisiko licin saat musim hujan.
"Jadi kita pembersihan dulu sampai kering, baru boleh naik. Karena ini kan tinggi banget, harus benar-benar bersih dan kering. SOP dan alat pengaman harus siap dulu," jelasnya.
Disbudpar menargetkan wisata Jembatan Kaca Tinjomoyo bisa segera dibuka dalam waktu dekat setelah seluruh persiapan rampung. Sementara Wisata Jenbatan Kaca Tinjomoyo ini akan beroperasional Sabtu-Minggu.
"Mudah-mudahan Januari ini sudah bisa dibuka, sehingga wisatawan bisa menikmati dengan aman dan nyaman. Nanti operasionalnya setiap Senin-Minggu, 7 hari, sama dengan destinasi lain. Tapi kita lihat lagi apakah perlu ada libur sehari-dua hari, kita evaluasi," jelasnya.
Adapun, tiket Objek Wisata Jembatan Tinjomoyo itu hanya dihargai Rp 15 ribu per orang dan beroperasional mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
"Kita maksimal kuota yang naik jembatan itu 10 orang sebelah kanan, 10 orang sebelah kiri, maksimal 20 orang. Kalau kebanyakan takut nggak nyaman. Jadi mereka bisa berfoto-foto melihat pemandangan, bagus loh," terangnya.
(ams/apu)












































