Cuaca cerah yang menyelimuti kawasan Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, membawa angin segar bagi pengelola. Setelah beberapa hari diguyur hujan, jumlah pengunjung kembali meningkat dan didominasi wisatawan keluarga dari berbagai daerah.
Koordinator Lokawisata Baturraden, Agus Riyanto, mengatakan hingga siang ini jumlah pengunjung telah menembus angka seribu orang. Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya yang terdampak hujan sejak pagi.
"Hari ini sepertinya cerah, sehingga pengunjung tidak terhalang cuaca hujan seperti hari sebelumnya. Pengunjung sampai siang ini sudah cukup banyak, mencapai seribu orang lebih," kata Agus saat ditemui di lokawisata, Kamis (1/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hujan yang turun sejak pukul 11.00 WIB pada hari sebelumnya membuat calon wisatawan mengurungkan niat berkunjung. Namun hari ini situasi berbalik.
"Alhamdulillah ada pergerakan cukup baik hari ini. Rata-rata yang datang dari keluarga. Kebanyakan dari Cilacap, sekitar Tegal, Pekalongan, bahkan ada juga yang dari Jogja," ujarnya.
Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan alam yang ada di kawasan lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (1/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng |
Agus mengatakan puncak kunjungan libur akhir tahun telah terjadi pada Minggu (28/12) kemarin, dengan jumlah wisatawan mencapai lebih dari 3.000 orang. Meski demikian, angka tersebut masih menurun dibandingkan tahun lalu yang bisa menembus lebih dari 4.000 pengunjung dalam sehari.
"Prediksi puncak keramaian sudah lewat kemarin hari Minggu tanggal 28 Desember, mencapai 3 ribu pengunjung lebih, walaupun ada penurunan dari tahun lalu, kalau tahun lalu itu puncaknya sampai 4 ribu lebih," jelasnya.
Ia menilai penurunan ini disebabkan semakin banyaknya destinasi wisata baru di sekitar kawasan Baturraden.
"Lokawisata Baturraden sekarang bukan lagi tujuan utama karena di seputaran sini sudah banyak obyek wisata baru. Kami hitung ada sekitar 38 obyek wisata, sehingga kunjungan ke sini menurun. Tapi kalau di kawasan Baturraden secara umum tetap ramai, dan pemberdayaan masyarakat di sini sudah bagus," tuturnya.
Selama libur akhir tahun, tiket masuk ke Lokawisata Baturraden dipatok Rp 25 ribu per orang sejak 20 Desember. Harga tersebut sudah termasuk berbagai fasilitas.
"Tiket masuknya Rp 25 ribu, sudah termasuk kolam renang, water boom, pemandian air panas, sepeda air dan taman Sendang Mulya," kata Agus.
Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan alam yang ada di kawasan lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (1/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng |
Ia menambahkan, Baturraden memiliki sejumlah daya tarik seperti air mancur Sendang Mulya setinggi sekitar 25 meter yang memanfaatkan tekanan gravitasi tanpa pompa, Air Terjun Gumawang, serta beragam kuliner khas seperti sate kelinci, pecel kecombrang, mendoan hingga susu rempah.
"Kita buka jam 07.00 WIB sampai jam 16.00 WIB, kalau weekend sampai jam 17.00 WIB. Rencana tahun ini kalau ada anggaran kami akan buat wisata tubing dan selfie deck, meski medannya cukup ekstrem karena harus turun ke lokasi," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung asal Pangandaran, Elis (53), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana sejuk Baturraden.
"Saya sengaja datang ke sini ikut keluarga. Bagus tempatnya, sejuk karena di kaki gunung, banyak juga wahananya seperti air terjun dan sepeda air. Kalau di tempat saya tidak ada yang seperti ini, di Pangandaran adanya pantai dan di rumah juga cukup panas," ungkap Elis.
Hal senada disampaikan Husnul (45), wisatawan asal Malang. Ia menyebut Baturraden memiliki keunikan yang sulit ditemui di daerah asalnya.
"Senang banget soalnya di Malang tidak ada yang kayak gini. Kalau di sana mau ke air terjun harus lewat bukit dulu. Saya ke sini mengajak suami dan anak, Purwokerto juga tidak macet dan nyaman," pungkasnya.
Simak Video "Video Malam Tahun Baru di TMII: Doa Bersama-Aksi Nyalakan 1.000 Lilin"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)













































