Kala Pengelola Baturraden Sambat Kehilangan Wisatawan Study Tour Asal Jabar

Kala Pengelola Baturraden Sambat Kehilangan Wisatawan Study Tour Asal Jabar

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 30 Des 2025 09:08 WIB
Kala Pengelola Baturraden Sambat Kehilangan Wisatawan Study Tour Asal Jabar
Sejumlah wisatawan berkunjung ke Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas saat libur Nataru, Minggu (28/12/2025). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Jumlah kunjungan wisatawan di Lokawisata Baturraden, Banyumas, tahun ini menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut pihak pengelola, salah satu faktornya ialah kebijakan dari Jawa Barat yang melarang study tour.

"Kunjungan agak menurun tahun ini. Salah satunya karena kebijakan larangan study tour dari Jawa Barat. Padahal pasar kami selama ini memang dari sana, seperti Indramayu, Cirebon, Ciamis dan daerah lain," kata Koordinator Lokawisata Baturraden, Agus Riyanto, Minggu (28/12/2025).

Menurut Agus, kebijakan tersebut mulai berdampak sejak Februari 2025 dan membuat Lokawisata Baturraden kehilangan sekitar 30 hingga 40 persen pasar dari Jawa Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga menyebut kunjungan ke Lokawisata terpecah karena banyaknya objek wisata baru di kawasan Baturraden.

"Sekarang di kawasan Baturraden ada 38 obyek wisata, baik besar maupun kecil. Jadi ini bukan penurunan kawasan Baturraden, tapi kunjungannya terpecah. Lokawisata sekarang bukan jadi tujuan utama lagi karena banyak pilihan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Agus mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Baturraden saat ini berada di kisaran 20 ribuan orang, dari sebelumnya yang bisa mencapai 30 ribu pengunjung.

Dia memastikan tarif masuk Lokawisata Baturraden masih terjangkau. Pengunjung cukup membayar Rp 25 ribu untuk usia 3 tahun ke atas untuk menikmati lima wahana secara gratis.

"Dengan tiket Rp 25.000 sudah bisa menikmati kolam renang, waterboom, kolam air hangat, sepeda air, dan taman Sendang Mulia. Dulu itu semua berbayar, sekarang sudah free," jelasnya.

Diketahui, Lokawisata Baturraden masih menjadi destinasi favorit pada masa liburan natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru).

"Ini Alhamdulillah satu minggu kisaran angka 11.000 pengunjung. Masih kemungkinan bertambah sampai sore nanti. Kalau hari ini kisaran di angka 2.000-an karena cuaca mendukung, cerah," kata Agus saat itu.

Menurut dia, kondisi cuaca mempengaruhi jumlah kunjungan. Pada beberapa hari terakhir hujan turun lebih awal sehingga membuat wisatawan enggan berlama-lama di lokasi.

"Dari kemarin sedih karena hujan terus. Jam 11.00 WIB atau 12.00 WIB sudah turun hujan. Jumat kemarin sampai 2.000 lebih karena cerah dari pagi sampai sore, Sabtu hujan juga jadi kita hanya dapat sekitar 1.800 pengunjung," jelasnya.

Ia mengimbau wisatawan untuk datang lebih pagi agar dapat menikmati seluruh wahana yang tersedia di kawasan seluas 16 hektare tersebut.

"Harapannya wisatawan datang lebih awal, dari pagi sebelum jam 11 atau 12. Karena kalau dituruti, satu hari itu masih kurang untuk menikmati semua wahana di sini. Jangan khawatir soal kuliner, di sini sudah bermacam-macam dan harganya terjangkau," ujarnya.




(dil/ahr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads