Kota berjuluk 'The Spirit of Java' bukan hanya menyimpan kekayaan kuliner yang melimpah, tetapi juga tempat wisata. Tak heran, sehari-hari, media sosial diramaikan video viral tempat wisata di Solo yang lagi hits.
Bagi wisatawan, pergi liburan ke Solo adalah pilihan yang tepat. Selain mudah diakses lewat transportasi darat, seperti bus atau KRL, Solo juga bisa disambangi dengan pesawat udara yang landing di Bandara Adi Sumarmo Boyolali.
Banyaknya pilihan tempat wisata juga merupakan daya tarik Solo. Mulai dari wisata edukasi, sejarah, hingga destinasi dengan spot foto yang instagramable, semua tersedia di Solo. Sayangnya, melimpahnya pilihan justru terkadang menimbulkan rasa bingung harus berkunjung ke mana saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, bagi detikers yang sedang merencanakan libur bersama keluarga di Solo, simak sejumlah rekomendasinya di bawah ini, yuk!
8 Rekomendasi Tempat Wisata Solo
1. Tumurun Museum
Pilihan pertama wisata hits Solo jatuh kepada Tumurun Museum. Disadur dari laman resminya, museum ini buka setiap Selasa-Minggu, pukul 10.00-16.00 WIB. Lokasi tepatnya adalah Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 2/4, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.
Hingga 4 Januari 2026 mendatang, Tumurun Museum sedang menjadi rumah bagi pameran seni bertajuk Aku/Dunia. Pameran ini mengeksplorasi praktik potret seni rupa Indonesia dari masa ke masa. Koleksi yang ditampilkan dijamin bagus-bagus dan berkelas.
Pengunjung diberi waktu selama 1 jam di dalam ruang pameran untuk menyaksikan koleksi seni yang dipajang. Tenang saja, Harga Tiket Masuk (HTM)-nya hanya 25 ribu rupiah per orang. Bermodalkan nominal tersebut, kamu bisa membuat ribuan foto aesthetic untuk medsos!
2. Solo Safari
Senang liburan yang berfokus untuk melemaskan kaki? Solo Safari adalah jawabannya! Wisata edukasi satwa yang baru beroperasi sejak 2023 lalu ini punya lahan seluas 13,9 hektar. Jadi, bisa puas jalan kaki agar badan tidak pegal-pegal.
Menurut keterangan dari situs resminya, Solo Safari beroperasi dari pukul 08.30 sampai 16.30 WIB selama weekday. Saat weekend, Solo Safari buka 30 menit lebih awal. HTM-nya ada di rentang 45.000 sampai 110.000 tergantung pilihan.
Di sini, detikers bisa menghabiskan waktu mengelus-elus satwa jinak yang menggemaskan, seperti kelinci dan kambing mini. Kamu juga bisa mengabadikan hewan-hewan menakjubkan yang di alam liar hanya bisa dilihat dari jarak jauh saja, macam singa dan komodo.
Berbagai pertunjukan satwa juga hadir untuk membuatmu terhibur. Kamu juga bisa belajar naik kuda, lho, di Solo Safari! Siapa tahu, di kemudian hari, kemampuan menunggang hewan berkaki empat ini diperlukan, bukan?
3. Pasar Triwindu
Pencinta barang-barang kuno harus banget mampir ke objek wisata satu ini. Surga barang antik Pasar Triwindu berada di Jalan Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Kota Surakarta. Kamu bisa datang selama rentang pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Di sini, detikers dapat melihat kembali guci-guci lawas, uang kuno, radio masa lalu, foto-foto lawas, dan aneka barang lain yang mungkin belum pernah kamu saksikan. Pastinya sangat instagramable jika kamu jadikan background foto!
4. Pasar Gede Hardjonagoro
Destinasi wisata Solo selanjutnya yang harus detikers kunjungi adalah Pasar Gede Hardjonagoro. Pasar dengan warna bangunan putih ini masih digunakan secara aktif oleh masyarakat Solo. Pelbagai macam barang bisa kamu temukan di dalamnya.
Beroperasi selama 24 jam berdasar informasi dari Instagram @pasargedeofficial, Pasar Gede Hardjonagoro adalah tempat berburu kuliner Solo. Mulai dari jenang gempol, lupis, grontol jagung, hingga brambang asem bisa kamu nikmati di sini.
Informasi menarik, Pasar Gede Hardjonagoro merupakan pasar tertua Solo yang diresmikan pada 12 Januari 1930 silam. Bangunan yang dirancang arsitek Eropa ini memang menyajikan desain kolonial khas dengan lorong-lorong panjang dan jendela vertikal. Tertarik datang?
5. Pura Mangkunegaran
Dengan iringan pemandu wisata, berkeliling Pura Mangkunegaran yang kaya akan kisah sejarah adalah pengalaman liburan tak terlupakan. Berdasar info dari situs resminya, pengunjung bisa datang setiap hari Senin-Minggu pukul 09.00-14.30 WIB.
Ada beberapa aturan menarik yang harus diterapkan pengunjung saat melawat. Di antaranya adalah larangan menggunakan batik motif parang atau lereng, larangan memakai pakaian beludru, melepas alas kaki di tempat-tempat tertentu, dan larangan memfungsikan tripod atau monopod.
Larangan-larangan ini tidak terlepas dari usaha menjaga nilai-nilai budaya yang mulai terancam globalisasi. Contohnya saja, batik parang dilarang karena merupakan motif khusus keluarga raja. Sebagai informasi, HTM Pura Mangkunegaran adalah 30 ribu rupiah per orang.
6. Kampung Batik Kauman
Mengisi waktu luang di Solo tak akan terasa komplet sebelum menyambangi Kampung Batik Kauman. Dirujuk dari Instagram resminya, @explorekampungbatikkauman, kampung menakjubkan ini bisa dikunjungi dari pukul 5 pagi sampai 10 malam.
Sesuai namanya, di sini detikers bisa coba membatik. Kamu juga dapat membeli oleh-oleh berupa batik yang disajikan oleh segudang toko. Selepas lelah berkeliling mempelajari seluk-beluk batik, detikers perlu mengisi perut dengan kuliner lezat yang hadir di sana-sini.
Sebelum menyudahi travelling di Kampung Batik Kauman, pastikan kamu sudah mengambil banyak foto untuk kenang-kenangan. Jangan risau, objek wisata satu ini memiliki nuansa vintage yang tenang, pas banget untuk hunting foto!
7. Gedung Djoeang 45
Beroperasi mulai 2019 lalu, Gedung Djoeang 45 yang penuh spot foto instagramable langsung jadi serbuan kaum muda-mudi tiap harinya. Gedung yang punya sejarah panjang sejak didirikan pada 1876 ini berlokasi di Jalan Kapten Mulyadi Nomor 113, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kota Solo.
Mengacu catatan detikJateng, untuk masuk, pengunjung dikenakan tiket seharga 15 ribu rupiah saja. Dengan nominal yang sangat miring, detikers mendapatkan lanskap berarsitektur kolonial memukau. Apalagi saat malam tiba, lampu-lampu yang hidup semakin menegaskan kesan kuno Gedung Djoeang 45.
8. Galeri Lokananta
Pilihan wisata Solo berikutnya adalah Galeri Lokananta yang menyimpan warisan suara musik Indonesia. Dikutip dari situs resminya, Galeri Lokananta yang didirikan pada 1956 silam ini buka tiap hari pukul 10.00-21.00 WIB.
Bermula sebagai pabrik piringan hitam, detikers bisa menemukan segudang koleksi antik di museum ini. Mulai dari pemutar piringan lagu lawas sampai album-album tahun 90-an. Tak terlewat, album musisi legendaris Koes Plus dan Waldjinah berjejer rapi.
Bukan hanya itu, Galeri Lokananta juga memamerkan berbagai mesin rekaman yang dulu aktif digunakan. Ada juga mesin quality control tahun 1980, mesin pemotong pita keluaran 1980, hingga VHS video recorder tahun 1990, dilansir Portal Informasi Indonesia.
Bukan hanya mengorek masa lalu dunia permusikan Indonesia, kamu juga mendapatkan banyak pilihan pojok-pojok foto eye-catching di Galeri Lokananta. Jadi, tunggu apa lagi? Langsung saja sambangi tempatnya di Jalan Miwis Nomor 22, Kerten, Laweyan, Solo.
Nah, itulah 8 tempat wisata Solo yang wajib kamu datangi saat sedang ingin refreshing atau menyegarkan tampilan medsos. Semoga bermanfaat!
(sto/afn)