Insiden pengeroyokan terhadap wasit dalam laga semifinal Danlanud Cup 2026 berbuntut panjang. Komisi Wasit Askab PSSI Purbalingga memutuskan menarik seluruh perangkat pertandingan dari sisa turnamen sebagai bentuk protes.
Keputusan tersebut diambil usai kericuhan yang terjadi dalam pertandingan semifinal antara Andalas FC asal Banjarnegara melawan Gama Adipasir di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Wirasaba, Kamis (30/7) sore. Dalam insiden itu, wasit Ridho Bekti menjadi korban dugaan pengeroyokan di lapangan.
Ketua Komisi Wasit Askab PSSI Purbalingga, Mugi Ari, mengatakan pihaknya sangat menyayangkan terjadinya kerusuhan yang berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap perangkat pertandingan oleh oknum suporter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komisi Wasit sangat menyayangkan peristiwa kerusuhan dan pengeroyokan terhadap perangkat pertandingan yang dilakukan oleh suporter dalam turnamen tersebut. Untuk pertandingan semifinal kedua dan final, seluruh perangkat pertandingan dari Askab PSSI Purbalingga akan walk out," kata Mugi saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Ketua Askab PSSI Purbalingga. Panitia penyelenggara dinilai lalai dalam menjamin keamanan dan keselamatan perangkat pertandingan selama turnamen berlangsung.
"Saya selaku Ketua Komisi Wasit, setelah berkoordinasi dengan Ketua Askab PSSI Purbalingga, memutuskan tidak akan menugaskan perangkat pertandingan pada turnamen tersebut karena panitia lalai dalam aspek pengamanan. Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ujarnya.
Mugi menegaskan keselamatan perangkat pertandingan merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Peristiwa tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh penyelenggara turnamen sepak bola di Kabupaten Purbalingga.
Diberitakan sebelumnya, pertandingan sepakbola antarkampung (tarkam) fase semifinal Danlanud Cup 2026 di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (30/7), diwarnai kericuhan. Seorang wasit bahkan menjadi korban pengeroyokan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Pertandingan yang mempertemukan Andalas FC asal Banjarnegara melawan Gama Adipasir awalnya berlangsung normal. Kick off dimulai sesuai prosedur dengan pengamanan dari personel TNI AU serta ambulans dan tenaga medis yang telah bersiaga di lokasi.
Ketua Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, mengatakan insiden bermula saat pertandingan memasuki menit ke-17 dengan skor masih imbang 0-0. Saat itu wasit Ridho Bekti Utomo memberikan keputusan atas pelanggaran yang terjadi di area pertahanan Gama FC.
Menurutnya, keputusan tersebut sebenarnya dapat diterima oleh para pemain dari kedua tim. Namun, sejumlah ofisial Andalas FC tidak menerima keputusan wasit dan melayangkan protes keras ke meja pertandingan.
"Kick off dimulai normal sesuai prosedur dan regulasi. Setelah permainan berjalan sekitar 17 menit dengan skor 0-0, terjadi pelanggaran di daerah Gama FC dan wasit memberikan keputusan yang sebenarnya sudah bisa diterima kedua tim," kata Uut saat dimintai konfirmasi wartawan via pesan singkat, Jumat (31/7).
"Tetapi kemudian manajer dan ofisial Andalas mendatangi meja pertandingan dan melancarkan protes keras karena tidak menerima keputusan wasit," imbuhnya.
Di tengah protes tersebut, situasi di lapangan semakin memanas. Sejumlah suporter Andalas FC diduga masuk ke dalam lapangan dari berbagai penjuru dan mengejar wasit hingga terjadi pengeroyokan.
Salah satu asisten wasit, Rio Wahyu, juga terkena lemparan botol plastik di bagian kepala yang dilakukan oleh orang tak dikenal.
"Berbarengan dengan proses protes itu, ketika wasit akan melanjutkan pertandingan, tiba-tiba suporter Andalas masuk ke lapangan dari beberapa penjuru dan mengejar wasit hingga terjadi pengeroyokan," ujar Uut.
Akibat kejadian itu, Ridho Bekti Utomo mengalami luka dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Emanuel Klampok untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara dua asisten wasit lainnya masih berada di lokasi pertandingan.
"Setelah pengeroyokan tersebut wasit dilarikan dengan ambulans ke RS rujukan terdekat RS Emanuel Klampok," katanya.
