Persis Solo Terdegradasi, Suporter Minta Owner Tanggung Jawab!

Persis Solo Terdegradasi, Suporter Minta Owner Tanggung Jawab!

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 23 Mei 2026 19:38 WIB
Flare menyala di lokasi nonton bareng Persis di areal parkir Stadion Manahan, Kota Solo, Sabtu (23/5/2026).
Flare menyala di lokasi nonton bareng Persis di areal parkir Stadion Manahan, Kota Solo, Sabtu (23/5/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Persis Solo harus kembali bermain di kasta kedua setelah lima musim bertahan di Liga 1. Persis Solo terdegradasi bersama Semen Padang dan PSBS Biak.

Selama satu musim, Persis Solo hanya mampu mengoleksi 8 kemenangan, 10 hasil seri, dan menelan 16 kekalahan. Catatan itu membuat poin Persis Solo hanya mengoleksi 34 poin.

Suporter menggelar nonton bereng (nobar) pertandingan pamungkas Persita Tangerang melawan Persis Solo di halaman parkir Stadion Manahan. Nobar itu juga dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski Persis menang dengan skor 1-3, namun belum mampu menyelamatkan tim, karena Madura United juga menang 2-0 atas PSM Makassar. Persis yang memiliki poin yang sama dengan PSM, namun masih kalah head to head.

Usai laga, suporter menyalakan flare dan kembang api. Mereka sempat menyanyikan yel-yel, dan melontarkan rasa kekecewaannya. Bahkan, tangis Presiden Pasoepati Arif Djodi Purnomo pecah, dipelukan Respati.

ADVERTISEMENT

"Terkait turunya Persis Solo ke Liga 2, jujur kami sangat kecewa sekali dengan manajemen (Persis). Sebenarnya kami kurang apa to. Kami tahu ada komunikasi yang kurang baik antar owner, tapi jangan sampai mengorbankan kecintaan teman-teman suporter," kata Djodi kepada awak media, Sabtu (23/5/2026).

Dia mengatakan, suporter sudah memberikan segalanya untuk mendukung Laskar Sambernyawa. Bahkan di detik-detik terakhir suporter masih optimis Persis bertahan di Liga 1.

Suporter menuntut pemilik dan petinggi klub untuk mempertanggungjawabkan hasil mengecewakan ini. Bahkan, suporter berencana membuat aksi pada hari Senin (25/5) mendatang.

"Kita juga pengin tahu masalah internal di Persis Solo. Masalah manajemen yang dari awal bobrok, yang tahunya tentang industri tapi tidak tahu tentang sepakbola, kenapa masih dipertahankan," ucapnya.

"Untuk Dirut, kemarin bilang mau bersih-bersih atau memperbaiki kondisi manajemen. Tapi sampai detik ini, kami juga belum tahu memperbaiki dan bersih-bersihnya seperti apa. Saya mengundang semua Owner dan Dirut, pertanggungjawaban kalian semua kepada teman suporter besok Senin," imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi, Persis Solo tetap mengapresiasi perjuangan pemain Persis Solo yang berhasil meraih 3 poin sore ini. Meskipun hasil itu tidak mampu menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari zona degradasi.

"Kita melihat perjuangan sudah pemain luar biasa, tapi memang belum ke arah kita, keberuntungan belum ke arah kita. Ini benar-benar menjadi keprihatinan bersama, kita evaluasi ke depan," kata Respati.

Respati yang mengaku juga sebagai suporter Persis Solo, berharap ada evaluasi menyeluruh. Sehingga Laskar Sambernyawa bisa segera kembali ke Liga 1. Sebab, dia juga merasakan kekecewaan mendalam dari para suporter.

"Saya harap ke depan lebih baik. Pembelajaran ini jadi pelajaran kita bersama. Cukup satu kali saja kita di Liga 2, berikutnya harus juara di liga utama. Harus berbenah semua," ujarnya.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads