Suporter Diminta Pakai Batik Saat Saksikan Laga Persis Vs Persebaya

Suporter Diminta Pakai Batik Saat Saksikan Laga Persis Vs Persebaya

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Jumat, 08 Mei 2026 19:02 WIB
Happy football fans support their team and celebrating goal with hands up. Big stadium
Ilustrasi suporter bola. Foto: iStockphoto/NiseriN
Solo -

Persis Solo masih menjalani sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI. Setelah menjalani dua laga kandang tanpa suporter, Persis akan melakoni dua laga kandang dengan pembatasan suporter dan tanpa atribut tim.

Dua laga pembatasan jumlah suporter itu akan dijalani Persis Solo saat melawan Persebaya pada Sabtu (9/5) dan saat melawan Dewa United pada Sabtu (16/5) pekan depan. Untuk mencegah suporter mengenakan atribut tim, manajemen mengimbau suporter mengenakan batik.

Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, mengatakan imbauan memakai batik ini untuk mengantisipasi larangan mengenakan atribut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suporter secara atribut tidak diperbolehkan, baik dalam bentuk pakaian maupun spanduk. Secara imbauan kami mengimbau memakai batik, itu bukan paksaan," kata Bryan kepada awak media, Jumat (8/5/2026).

"Kalau pakai baju non-batik, atribut itu bisa bias ya. Misalnya pakai pakaian dari produknya Persis Store, apakah itu didefinisikan sebagai atribut atau tidak. Kalau pakai batik itu kan absolut dan tidak melanggar aturan," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Imbauan penggunaan batik itu sudah dikoordinasikan dengan elemen suporter. Dia mengatakan, suporter tidak ada masalah dengan imbauan tersebut, karena sebelumnya hal ini pernah terjadi saat Persis masih di Liga 2.

"Kemarin di rakor sudah beberapa kali ngobrol dan teman-teman tidak ada masalah. Sebetulnya kan pakai batik itu bukan sesuatu yang baru, dulu di Liga 2 kan juga udah pernah. Jadi ya teman-teman ada beberapa yang menyambut baik, dan ada beberapa teman-teman mungkin ada yang punya identitas lain, asal bukan atribut klub," ucapnya.

Selain itu, pembatasan jumlah suporter juga akan diberlakukan. Tribun Utara dan Selatan disterilkan, yang dibuka hanya tribun Barat dan Timur. Suporter tamu juga dilarang hadir ke stadion.

"Kuota tiket yang dijual kalau tidak salah 12.200," ucapnya.

Sementara itu Presiden DPP Pasoepati, Djodi Purnomo, tidak mempersoalkan imbauan penggunaan batik tersebut.

"Kami dari awal sanksi banding turun sudah berinisiatif memakai batik saat laga. Sanksi besok itu seperti dulu waktu Pasoepati kena sanksi tanpa atribut. Kami tetap hadir di Manahan dengan mengenakan batik, dan gayung bersambut dari Official Persis pun mempunyai keinginan yang sama," kata Djodi.

Dia berharap suporter Persis Solo yang akan menyaksikan laga melawan Persebaya dan Dewa United kompak mengenakan batik.

"Kami tetap kembalikan ke temen-temen anggota, berkenan menggunakan batik atau mau pakaian bebas yang lain. Yang jelas apapun yang dikenakan, mereka nyaman menggunakannya untuk mendukung kebanggaan secara langsung di stadion," pungkasnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads