Persis Solo harus mengakhiri tren positifnya usai takluk atas Arema FC dengan skor 0-2. Gol tuan rumah dicetak lewat brace dari Gabriel Gabi (16', 52').
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, berujar Singo Edan memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik. Dia sudah memperkirakan jika laga melawan Arema tidak akan mudah.
"Kami tahu ketika datang ke kandang Arema, kita akan menghadapi laga yang tidak mudah karena Arema adalah tim yang kuat. Dan ini mungkin adalah salah satu permainan terburuk yang pernah kami lakoni di Liga 1. Arema pantas mendapatkan hasil ini," kata Milo dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti yang saya bilang sebelumnya, komposisi pemain yang dimiliki Arema sekarang tidak mencerminkan performa mereka, karena sebetulnya mereka pantas berada di lima besar," imbuhnya.
Milo menilai, anak asuhnya bermain buruk sore ini. Banyak kesalahan yang diciptakan, dan beberapa kesempatan saat ada celah pemainnya tidak berani melakukan tembakan ke gawang.
"Kami tahu datang ke sini akan menghadapi tim yang akan memanfaatkan kesalahan yang kami buat. Tadi kami melakukan dua kali kesalahan, dan bahkan mungkin sebetulnya ada banyak kesalahan yang kami lakukan. Kami banyak melakukan sentuhan tapi tidak banyak melakukan tembakan ke arah gawang. Ini adalah salah satu hasil yang bisa membuat kita menganalisis apa yang menjadi kesalahan kita untuk bisa bersiap di laga selanjutnya," jelasnya.
Laskar Sambernyawa sendiri sering kebobolan pada 15 menit awal babak pertama atau babak kedua. Milo membantah jika pemain belum panas atau kurang konsentrasi.
"Kadang-kadang ketika melakukan pertandingan kita harus melakukan aksi dan reaksi. Tadi pemain Arema mungkin 3-4 pemain lebih cepat ketika melakukan transisi. Sebetulnya pemain Persis punya banyak ruang tapi tidak melakukan tembakan. Kita mencoba bermain tiki-taka untuk mencetak gol, padahal di sepak bola kita harus bermain simpel," ujarnya.
Dia juga menilai, dalam laga ini tidak memiliki masalah dengan transisi dalam menyerang ke bertahan, atau sebaliknya. Namun mereka kalah karena sering melakukan kesalahan sendiri.
"Sebetulnya hari ini Arema tidak mengalahkan kita, tapi kita mengalahkan diri kita sendiri karena melakukan banyak sekali kesalahan," ucapnya.
Dengan kekalahan ini, Persis Solo kembali berada di zona merah, peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 24 poin. Persis masih memiliki 6 laga sisa untuk menentukan nasib mereka musim depan.
Milo mengatakan, dia datang dengan misi menyelamatkan Persis Solo dari jurang degradasi. Diakuinya, itu seperti misi mustahil.
"Semenjak saya datang, sebetulnya ini semacam mission impossible yang sangat mustahil, dan ternyata kami berhasil melakukan misi itu. Mudah untuk memotivasi pemain karena mereka harus tahu mereka adalah pemain profesional dan harus berkembang di setiap pertandingan," kata dia.
"Mereka harus bermain simpel sesuai instruksi pelatih. Hari ini instruksi tidak berjalan seperti semestinya. Delapan pertandingan tanpa terkalahkan mungkin menjadi tekanan buat kami, dan ini adalah pengingat supaya kita segera bangkit. Kita masih punya 6 laga, tidak ada yang mustahil," tambahnya.
Sementara itu, kiper Persis Solo Muhammad Riyandi, mengucapkan selamat atas kemenangan Arema. Pemain mendapatkan banyak pembelajaran dan evaluasi dari hasil laga sore ini.
"Pertama saya mengucapkan selamat buat Arema. Pertandingan hari ini tidak mudah. Kami datang ke sini berambisi untuk mendapatkan poin, tetapi kami tidak dapat hasil yang baik," kata Riyandi.
"Pertandingan hari ini banyak pelajaran yang harus kita perbaiki ke depannya untuk pertandingan berikutnya, karena pertandingan berikutnya sangat penting buat kita untuk menjaga asa kita tetap bertahan di Liga 1," imbuhnya.
Simak Video "Menyaksikan Keindahan Air Terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(apu/apu)
