Dispora Ungkap Sebab Stadion Manahan Tergenang hingga Dikritik Kayak Sawah

Dispora Ungkap Sebab Stadion Manahan Tergenang hingga Dikritik Kayak Sawah

Tara Wahyu NV - detikJateng
Senin, 13 Apr 2026 16:14 WIB
Laga Persis Solo melawan Semen Padang pada pekan ke-27 Super League 2025/2026, di Stadion Manahan, Kota Solo, Minggu (12/4/2026).
Kondisi lapangan tergenang saat laga Persis Solo melawan Semen Padang pada pekan ke-27 Super League 2025/2026, di Stadion Manahan, Kota Solo, Minggu (12/4/2026). (Foto: dok. detikJateng)
Solo -

Lapangan Stadion Manahan sempat tergenang saat hujan deras turun di tengah laga Persis melawan Semen Padang. Kondisi ini memantik kritik penasihat Semen Padang, sekaligus anggota DPR, Andre Rosiade, yang menyebut lapangan mirip sawah.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo mengakui adanya masalah pada sistem drainase akibat pemadatan tanah. Sejak renovasi besar pada tahun 2019, lapangan Stadion Manahan belum pernah dilakukan pembongkaran berkala pada lapisan bawah rumput.

"Indikasinya sudah ada pemadatan tanah. Dulunya di bawah rumput itu isinya pasir sama kerikil. Nah, karena sudah bertahun-tahun, akhirnya mulai padat seperti menjadi tanah lempung. Jadi serapan airnya sulit dan surutnya lama," ujar Kepala Bidang Olahraga Pendidikan dan Sarana Prasarana Dispora Kota Solo, M. Syamsu Rohman, saat dihubungi detikJateng, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syamsu, solusi permanen untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membongkar total lapisan lapangan dan mengganti material pasir serta kerikil yang baru. Namun, langkah ini terkendala oleh biaya yang besar dan durasi pengerjaan yang lama.

"Sebenarnya caranya ya harus dibongkar. Tapi itu butuh anggaran besar dan lapangan harus libur lama, sekitar 3 sampai 4 bulan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sedangkan saat ini, Stadion Manahan masih digunakan sebagai home base Persis Solo di Liga 1. Sehingga, untuk pembongkaran belum bisa dilakukan.

"Sementara pemakai Manahan kan banyak, liga juga jalan terus di sini," tuturnya.

Untuk saat ini, pihak Dispora melakukan penanganan sementara dengan teknik vertidrain menggunakan mesin untuk menciptakan lubang biopori kecil agar air lebih cepat meresap.

"Kita lakukan treatment sehari-hari dengan vertidrain. Itu membuat lubang-lubang biopori kecil di tanah, kita punya mesinnya," ucapnya.

Terkait anggaran pemeliharaan, Syamsu membeberkan bahwa dana pemeliharaan dalam APBD Kota Solo tidak hanya dikhususkan untuk Stadion Manahan, melainkan dibagi untuk seluruh sarana prasarana olahraga di Solo.

"Anggaran kita itu menyeluruh untuk semua sarpras olahraga dan lapangan di Kota Solo seperti Sriwedari, Kota Barat, Sriwaru, Banyuanyar. Total di APBD itu sekitar Rp 2,5 miliar sampai Rp 3 miliar per tahun," pungkasnya.

Sebelumnya, kondisi lapangan Stadion Manahan mendapatkan kritikan tajam dari Penasihat Klub Semen Padang, sekaligus anggota DPR RI, Andre Rosiade. Dia menyebut, lapangan Stadion Manahan pada babak kedua seperti sawah.

"Kondisi lapangan ini PR besar, saya terus terang sangat menyayangkan. Ini proyek dikerjakan Kementerian PUPR di periode Pak Jokowi, kayak sawah kalau menurut saya," kata Andre.

Dia membandingkan dengan kondisi Stadion Haji Agus Salim yang merupakan kandang dari Semen Padang. Dia menjelaskan Stadion Haji Agus Salim direnovasi tanpa menggunakan uang APBN, namun kondisi drainasenya jauh lebih baik.

"Menurut saya ini harus dievaluasi. Kok dikerjakan oleh pemerintah, jadi kayak sawah. Mengganggu kualitas permainan kedua tim. Seharusnya pertandingan menarik seperti di babak pertama, tapi kurang menarik pada babak kedua, karena memang jadi kayak sawah gitu stadionnya," ucapnya.

Dia menyarankan agar Persis Solo melakukan komunikasi dengan Pemkot Solo untuk perbaikan drainase stadion. Sebab, sangat disayangkan stadion sebagus Stadion Manahan, namun memiliki drainase yang buruk.

"Saya harap pihak pengelola bisa mengajukan komplain atau perbaikan. Saran saya Persis Solo bisa bicara dengan Pemkot Solo untuk bisa dibantu perbaiki drainase," pungkasnya.



(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads