Persis Solo mendapatkan saksi lima laga kandang tanpa suporter dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi diberikan buntut rusuh antarsuporter saat laga Persijap Jepara melawan Persis Solo. Selain itu, Persis Solo juga mendapatkan sanksi berupa denda.
Sisa musim ini, Persis Solo masih menyisakan empat laga kandang. Yakni melawan Semen Padang, Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, dan Dewa United.
Presiden DPP Pasoepati, Djodi Purnomo, mengatakan suporter tetap akan memberikan dukungan terhadap Laskar Sambernyawa. Suporter akan berdiskusi dengan Panpel Stadion Manahan, manajemen Persis, hingga pihak kepolisian agar bisa memberikan dukungan yang sah di tengah sanksi yang diterima.
"Kami tetap berharap bisa mengawal tim kebanggaan kami. Walaupun mendukungnya hanya dari luar stadion dan tidak terlihat langsung oleh para pemain, harapan kami suara kami tetap bisa didengar oleh para pemain agar mereka lebih termotivasi untuk memenangkan setiap pertandingan," kata Jodi, saat dihubungi awak media, Sabtu (14/3/2026).
Pihaknya menghormati dan menerima keputusan yang telah dijatuhkan oleh federasi. Apabila dukungan dari luar stadion tidak diizinkan, suporter tetap akan membersamai tim yang sementara berhasil keluar dari zona degradasi.
"Kalau nanti tidak diperkenankan, kami akan tetap membersamai para penggawa Persis Solo dengan cara lain. Misalnya mengawal keberangkatan maupun kepulangan tim dari mess, atau menggelar nonton bareng di lokasi yang tidak jauh dari stadion," ucapnya.
Diketahui, laga Persijap Jepara melawan Laskar Sambernyawa pada pekan ke-24 Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Kamis (5/3) lalu itu, awalnya berjalan kondusif. Kedua suporter sempat saling beradu nyanyian dan psywar dalam batas wajar.
Djodi menjelaskan pada menit ke-82 suasana mulai memanas. Suasana berubah tegang setelah sebuah petasan tiba-tiba dilemparkan dari luar tribun ke arah kelompok suporter Persis.
"Dari situ mulai terjadi lempar-lemparan cup air minum. Kemudian dari pihak Jepara membalas dengan lemparan batu sehingga kondisi semakin tidak terkendali, terangnya.
"Kami datang sebagai tamu resmi yang membeli tiket, bukan diberikan secara cuma-cuma. Dari awal kantong parkir juga sudah disiapkan oleh Polres Jepara," tambahnya.
Dihubungi terpisah, salah satu suporter Persis Solo, Beto, melihat ada kejanggalan atas sanksi larangan tanpa penonton yang diberikan Komdis PSSI kepada Persis Solo. Sebab Persis bertindak sebagai tim tamu.
"Posisi teman-teman kemarin itu away, tapi hukumannya justru dijalankan di laga home. Itu cukup tidak biasa," kata Beto.
(apu/ams)